Pemkot Balikpapan Serahkan Tali Asih bagi Pensiunan ASN dan Santunan Kematian

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdikan diri kepada daerah.

Melalui agenda rutin bulanan, Pemkot Balikpapan menyerahkan tali asih kepada ASN yang memasuki masa purnatugas. Serta santunan kematian kepada keluarga ASN yang wafat.

Pada Januari 2026, tali asih diberikan kepada 21 ASN yang resmi memasuki masa pensiun. Selain itu, santunan kematian disalurkan kepada ahli waris tiga ASN yang meninggal dunia pada Desember 2025 akibat sakit. Penyerahan bantuan tersebut direncanakan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Balikpapan dalam kegiatan resmi pemerintah kota.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah daerah atas dedikasi panjang para ASN dalam melayani masyarakat.

“Ini adalah wujud perhatian dan penghargaan Pemerintah Kota Balikpapan kepada ASN yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Pada bulan ini, terdapat 21 ASN yang memasuki masa purnabakti dan tiga ASN yang meninggal dunia karena sakit,” ujar Purnomo, Senin (19/1/2026).

Ia menyampaikan, setiap ASN yang pensiun menerima tali asih sebesar Rp7 juta per orang, sedangkan santunan kematian bagi ahli waris ASN yang meninggal dunia diberikan sebesar Rp10 juta per orang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga. Serta menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah ASN dan keluarganya.

Penghargaan Dedikasi ASN

Menurut Purnomo, para penerima berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perhubungan, Badan Kesbangpol, hingga satuan pendidikan di lingkungan Pemkot Balikpapan.

“Mayoritas ASN yang memasuki masa pensiun merupakan pelaksana, guru, dan pejabat fungsional non-struktural. Guru menjadi kelompok yang paling dominan,” jelasnya.

Dari sisi masa pengabdian, Purnomo menuturkan bahwa rata-rata ASN yang pensiun telah bekerja selama puluhan tahun. Bahkan, terdapat ASN dengan masa kerja mencapai 41 tahun. Sementara masa pengabdian terendah sekitar 23 tahun.

“Pengabdian mereka sangat panjang dan patut dihargai. Kami berharap, meskipun telah pensiun. Para ASN tetap dapat berkontribusi bagi Kota Balikpapan melalui pengalaman dan pemikiran yang dimiliki,” katanya.

Melalui program tali asih dan santunan kematian ini, Pemkot Balikpapan berharap hubungan silaturahmi dengan para pensiunan ASN dan keluarga besar ASN tetap terjaga. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pengabdian yang diberikan untuk daerah akan selalu dikenang dan dihargai.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses