Pemkot Balikpapan Siapkan Rehabilitasi 58 Hektare Lahan Sawah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) berencana melakukan rehabilitasi puluhan hektare lahan sawah yang saat ini belum produktif. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki kota tersebut.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan saat ini luas lahan yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di Balikpapan tercatat sekitar 98 hektare. Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Ia menjelaskan sekitar 40 hektare lahan sudah siap ditanami karena telah memiliki infrastruktur pematang sawah. Sementara sekitar 58 hektare lainnya masih berupa vegetasi yang cukup lebat sehingga membutuhkan proses rehabilitasi sebelum dapat dimanfaatkan kembali sebagai lahan pertanian.
“Yang akan dilakukan bukan cetak sawah baru, tetapi rehabilitasi lahan agar bisa kembali produktif,” ujar Sri Wahyuningsih, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, rehabilitasi tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempertahankan keberadaan lahan pertanian yang tersisa di Balikpapan.
Sri Wahyuningsih menuturkan, keberadaan lahan pertanian di Balikpapan saat ini sangat terbatas karena perkembangan pembangunan kota yang cukup pesat. Kondisi tersebut membuat sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih harus dipasok dari luar daerah.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memaksimalkan potensi lahan yang ada agar dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Pembinaan Kelompok Tani
Selain melalui rehabilitasi lahan sawah, DKP3 juga terus melakukan pembinaan kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani. Pendampingan dilakukan oleh penyuluh pertanian. Untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas.
“Kami terus melakukan pembinaan kepada kelompok tani melalui penyuluh pertanian agar petani dapat meningkatkan tata kelola pertanian mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen dari lahan sawah yang ada di Balikpapan saat ini umumnya masih terbatas dan lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan petani setempat. Sebagian hasil panen juga dapat diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.
Melalui rehabilitasi lahan dan pembinaan petani secara berkelanjutan, pemerintah berharap sektor pertanian di Balikpapan tetap dapat bertahan dan berkembang meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Terutama terkait ketersediaan lahan produksi.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
