Pemkot dan DPRD Balikpapan Sepakati KUA-PPAS 2026, Fokus pada Pembangunan RSUD Baltim

Nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan ini tidak hanya menjadi pijakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang. Tetapi juga menegaskan komitmen kedua pihak dalam mempercepat pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, KUA-PPAS 2026 adalah instrumen penting yang berisi arah kebijakan, prioritas program, dan plafon anggaran sementara untuk setiap urusan pemerintahan. 

“KUA-PPAS ini adalah pedoman kita dalam menyusun APBD 2026, sekaligus komitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Ia mengakui bahwa proses penyusunan KUA-PPAS tidak sederhana. Pembahasan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga Badan Anggaran DPRD. 

“Proses yang kita lalui bersama ini adalah bagian dari upaya kita mencari keputusan terbaik bagi masyarakat Kota Balikpapan,” tambahnya.

Prioritas Pembangunan Nasional

Dokumen KUA-PPAS 2026 ini memuat kerangka kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, aspirasi masyarakat dari berbagai kelurahan di Balikpapan turut diakomodasi dalam penyusunan skala prioritas program.

Salah satu program strategis yang mendapatkan perhatian khusus adalah pembangunan RSUD Balikpapan. Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas kesehatan rujukan utama bagi warga Balikpapan Timur dan sekitarnya. Selama ini, warga di wilayah timur harus menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer menuju rumah sakit besar di pusat kota.

Dengan penganggaran multi-tahun, RSUD Balikpapan diharapkan selesai sesuai target dan mulai beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan. 

Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mempercepat pelayanan kesehatan darurat, mengurangi beban rumah sakit di pusat kota, serta mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur kesehatan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk DPRD, yang telah menyatukan visi demi kepentingan publik. 

“Melalui kesepakatan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal pelaksanaan program dan kegiatan yang telah kita tetapkan bersama. Mari kita jadikan kesepakatan hari ini sebagai langkah nyata menuju Balikpapan yang maju, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya menutup sambutan.

Bagi Pemkot, penandatanganan KUA-PPAS 2026 bukan hanya formalitas tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat sinergi eksekutif dan legislatif. 

Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat. Diharapkan setiap program prioritas dapat memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga Balikpapan.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses