Penanganan Jalan Rusak di Simpang BJBJ, Pemkot Balikpapan Koordinasi dengan BBPJN
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes, tepatnya di Simpang BJBJ. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat lalu lintas padat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), penanganan awal telah dilakukan dengan menambal sejumlah titik kerusakan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan warga sekaligus untuk menekan potensi kecelakaan di lokasi tersebut.
Kepala DPU Kota Balikpapan Rita menyampaikan bahwa perbaikan sementara ini bersifat darurat. Meski belum menyelesaikan masalah secara menyeluruh, upaya tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas setiap hari di ruas jalan tersebut.
“Penanganan ini sifatnya sementara untuk mengurangi risiko. Kami tetap berkoordinasi agar perbaikan permanen bisa segera dilakukan oleh pihak berwenang,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa Jalan Syarifuddin Yoes merupakan jalan nasional. Dengan demikian, kewenangan utama dalam perbaikan dan pemeliharaan berada pada pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
Dukung Mobilitas Angkutan
Meski bukan menjadi tanggung jawab langsung, pemerintah kota tetap aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan BBPJN. Upaya ini dilakukan agar penanganan permanen dapat segera direalisasikan, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur vital yang menopang mobilitas warga dan distribusi barang.
Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan pusat dinilai penting dalam menangani persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Pemkot memastikan akan terus mengawal proses koordinasi tersebut hingga perbaikan menyeluruh dapat dilakukan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Simpang BJBJ, terutama pada malam hari atau saat hujan. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih berpotensi membahayakan jika tidak diantisipasi dengan hati-hati.
Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kerusakan infrastruktur juga dinilai penting. Laporan yang cepat dan akurat akan membantu pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan di lapangan.
Persoalan jalan rusak bukan sekadar isu teknis, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan publik. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan infrastruktur yang aman dan andal.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat, diharapkan perbaikan permanen di Simpang BJBJ dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.***
BACA JUGA
