Pengunjung Pantai Manggar Balikpapan Tembus 5.000 Orang di H+1 Lebaran
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kawasan wisata Pantai Manggar Segarasari, Balikpapan Timur, mengalami lonjakan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan pada momentum libur Lebaran 2026. Data terbaru dari UPTD Pantai Manggar menunjukkan grafik kunjungan yang meroket tajam hanya dalam waktu 24 jam.
Setelah mencatat kunjungan moderat pada hari H Idulfitri, Sabtu (21/3/2026), jumlah pelancong melesat hingga lima kali lipat pada hari berikutnya, Minggu (22/3/2026).
Data Lonjakan: Dari 1.000 ke 5.000 Pengunjung
Berdasarkan catatan resmi pengelola, berikut perbandingan data kunjungan dalam dua hari terakhir:
| Keterangan | Sabtu, 21 Maret 2026 | Minggu, 22 Maret 2026 |
| Total Pengunjung | 1.003 Orang | 5.227 Orang |
| Dewasa | 891 Orang | 4.313 Orang |
| Anak-anak | 112 Orang | 914 Orang |
| Total Kendaraan | 282 Unit | 1.385 Unit |
| Sepeda Motor | 126 Unit | 695 Unit |
| Mobil Pribadi | 155 Unit | 688 Unit |
| Kendaraan Roda 6 | 1 Unit | 2 Unit |
Kepala UPTD Pantai Manggar Balikpapan, Yusdi Linting, mengonfirmasi bahwa tren ini merupakan fenomena tahunan, namun lonjakan di hari kedua Lebaran tahun ini tergolong sangat tinggi.
“Ini menunjukkan Pantai Manggar tetap menjadi destinasi favorit utama keluarga di Balikpapan dan sekitarnya,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Antisipasi Pengelola: Kebersihan dan Keamanan Diperketat
Menanggapi “serbuan” wisatawan tersebut, pihak pengelola telah menyiagakan personel tambahan di sejumlah titik strategis. Fokus utama terletak pada:
- Pengaturan Arus Kendaraan: Mencegah kemacetan di pintu masuk dan area parkir.
- Satgas Kebersihan: Peningkatan frekuensi pengangkutan sampah di sepanjang bibir pantai.
- Keamanan Pengunjung: Pengawasan ketat terhadap aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak.
Yusdi juga mengimbau wisatawan agar tetap disiplin menjaga fasilitas publik dan mengutamakan keselamatan selama berwisata.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Lokal
Membludaknya pengunjung menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro di sekitar pantai. Sektor kuliner, penyedia jasa sewa pelampung, hingga pedagang suvenir melaporkan peningkatan omzet yang signifikan seiring tingginya aktivitas wisata lokal di awal tahun 1447 Hijriah ini.
Pantai Manggar terbukti bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang bagi keluarga untuk merajut kebersamaan di hari yang fitri.
BACA JUGA
