Penyeberangan Kariangau Balikpapan – Penajam Sepi, Pemudik Motor Turun Hingga 70 Persen Lebih
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wajah arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Kota Balikpapan berubah total. Pelabuhan Penyeberangan Kariangau yang biasanya menjadi urat nadi pemudik menuju Penajam Paser Utara (PPU), kini terpantau mengalami penurunan volume penumpang dan kendaraan yang sangat signifikan hingga H-4 Idulfitri.
Kehadiran infrastruktur raksasa seperti Jembatan Pulau Balang dan fungsionalnya Tol Balikpapan–IKN (Ibu Kota NUsantara) diduga kuat menjadi magnet baru yang mengalihkan arus kendaraan dari jalur laut ke jalur darat.
Data Bicara: Kendaraan Roda Dua Anjlok Tajam
Berdasarkan data Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau per 17 Maret 2026, tren penurunan terlihat jelas jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu:
| Kategori | Mudik 2025 (13-16 Maret) | Mudik 2026 (13-16 Maret) |
| Total Penumpang | 13.117 orang | 10.882 orang |
| Kendaraan Roda 2 | 6.509 unit | 1.818 unit |
| Kendaraan Roda 4 | 10.013 unit | 1.782 unit |
Penurunan jumlah motor yang mencapai lebih dari 70% menunjukkan preferensi masyarakat yang kini lebih memilih berkendara santai melalui jalur darat yang lebih efisien.
Darat Lebih Cepat dan (Sebagian) Gratis
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau, Karolus Makin, mengungkapkan bahwa waktu tempuh yang lebih singkat menjadi alasan utama masyarakat berpindah ke jalur darat.
“Waktu tempuh lebih singkat, bahkan sebagian jalur darat dapat dilalui tanpa biaya (gratis). Ini menjadi pilihan utama masyarakat,” ujar Karolus, Rabu (18/3/2026).
Masyarakat kini memiliki opsi melalui Gerbang Tol 1B Ring Road yang masih fungsional secara gratis, atau menggunakan Tol Manggar dengan tarif terjangkau sekitar Rp16 ribu untuk memotong waktu perjalanan menuju kawasan IKN dan PPU.
Feri Kini Jadi Pilihan Pemudik Lintas Pulau
Meski arus ke Penajam menyusut, Pelabuhan Kariangau tetap sibuk melayani pemudik dengan tujuan jarak jauh. Karolus menjelaskan bahwa pengguna jasa feri saat ini mayoritas adalah penumpang tujuan luar Pulau Kalimantan.
“Hampir tidak ada pemudik ke arah Penajam lewat Kariangau saat siang hari. Fokus layanan kami sekarang lebih banyak ke arah Palu (Sulawesi) dan wilayah sekitarnya,” jelasnya. Jalur Kariangau-Penajam biasanya baru mulai terlihat ada pergerakan kendaraan pada malam hari setelah akses tol fungsional ditutup.
Operasional Tetap Siaga 24 Jam
Walau volume melandai, aspek pelayanan tidak dikurangi. Sebanyak 12 unit kapal feri tetap disiagakan untuk melayani keberangkatan dan kedatangan. Posko Angkutan Lebaran juga beroperasi 24 jam penuh guna memastikan keamanan pemudik yang tetap memilih jalur laut.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas infrastruktur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) telah berhasil mengubah peta transportasi di Kalimantan Timur secara permanen.
BACA JUGA
