Perang Hari Ke-11: Iran Gempur Fasilitas Minyak Teluk, AS Janjikan Serangan Balasan yang Lebih Dahsyat
ABU DHABI, Inibalikpapan.com – Perang antara Iran, United States, dan Israel semakin meluas pada Selasa, 11 Maret 2026. Konflik yang telah memasuki hari ke-11 ini mengguncang kawasan Timur Tengah, memicu serangan lintas negara hingga membuat pasar energi global bergejolak.
Dikutip dari laman The Associated Press (AP), Iran meluncurkan serangan baru menggunakan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk, sementara Israel terus menggempur target militer di Iran dan Lebanon.
Ketegangan juga meningkat setelah Teheran mengancam akan menutup jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Serangan Besar Guncang Teheran
Warga di Tehran melaporkan gelombang serangan udara hebat sepanjang malam hingga Selasa pagi. Ledakan besar mengguncang sejumlah wilayah ibu kota, bahkan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa kawasan.
Seorang warga mengatakan daerah tempat tinggalnya bergetar selama hampir setengah jam akibat rentetan bom.
Sementara itu seorang ibu berusia 27 tahun mengaku melihat langsung sebuah gedung permukiman terkena serangan. Banyak warga memilih meninggalkan kota dan mengungsi ke wilayah pedesaan untuk menghindari pemboman yang semakin intens.
Drone Iran Hantam Negara Teluk
Serangan Iran juga menyasar United Arab Emirates. Otoritas setempat melaporkan sembilan drone menghantam wilayah negara tersebut.
Kebakaran terjadi di kota industri Ruwais, yang menjadi lokasi fasilitas petrokimia. Meski tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan tewas dalam serangan lain.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu, total enam orang tewas dan 122 lainnya terluka di UEA akibat serangan Iran.
Di Bahrain, sebuah bangunan permukiman di ibu kota Manama terkena serangan yang menewaskan seorang perempuan berusia 29 tahun dan melukai delapan orang.
Kementerian Pertahanan Bahrain menyatakan telah mencegat lebih dari 100 rudal balistik dan 175 drone sejak perang dimulai.
Israel dan Hezbollah Saling Serang
Sirene peringatan juga berbunyi di Jerusalem, sementara ledakan terdengar di Tel Aviv saat sistem pertahanan udara Israel mencegat serangan rudal Iran.
Di sisi lain, kelompok militan Hezbollah yang berbasis di Lebanon juga terus meluncurkan rudal ke wilayah Israel, memperluas front perang di kawasan tersebut.
Amerika Siapkan Serangan Terbesar
Di Washington, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa operasi militer terbaru akan menjadi yang paling besar sejak perang dimulai.
Menurutnya, serangan yang dilakukan melibatkan lebih banyak jet tempur, pembom strategis, serta intelijen militer yang lebih presisi.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan militer Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target di Iran sejak konflik dimulai.
Pentagon juga melaporkan sekitar 140 tentara AS terluka, delapan di antaranya mengalami luka serius, sementara tujuh personel militer dilaporkan tewas.
Iran Tolak Gencatan Senjata
Meski menghadapi serangan besar, para pemimpin Iran tetap menunjukkan sikap menantang.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak sedang mencari gencatan senjata. Ia menyatakan Iran akan terus melawan hingga pihak yang menyerang mendapat “pelajaran.”
Seorang pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, bahkan melontarkan ancaman langsung kepada Presiden AS Donald Trump.
“Iran tidak takut ancaman kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih besar dari Anda tidak bisa menghancurkan Iran,” tulisnya di media sosial.
Krisis Energi Dunia Mengintai
Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz membuat pasar energi global terguncang.
Harga minyak mentah Brent sempat melonjak mendekati 120 dolar per barel sebelum turun kembali ke sekitar 90 dolar, masih hampir 24 persen lebih tinggi dibanding sebelum perang dimulai.
Iran juga memperingatkan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju negara-negara yang dianggap bermusuhan.
Sementara itu, perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco mulai mengalihkan rute kapal tanker untuk menghindari wilayah konflik.
Korban Perang Terus Bertambah
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, korban jiwa terus meningkat:
- 1.230 orang tewas di Iran
- 397 orang tewas di Lebanon
- 12 orang tewas di Israel
- 7 tentara Amerika tewas
Selain itu, lebih dari 667.000 orang di Lebanon terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang meluas. / APP
BACA JUGA
