Perkuat Skrining Sopir Angkutan, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kembali menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum.
Langkah ini dilakukan melalui skrining terpadu di sejumlah titik strategis sebagai upaya memastikan keselamatan penumpang di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa DKK Balikpapan, Agus Iriansyah, menjelaskan bahwa pemeriksaan serupa sebelumnya telah dilakukan di pool (pol) kendaraan, salah satunya di kawasan Karya Amal. Saat itu, para pengemudi diperiksa ketika kembali ke pool pada malam hari sebagai bagian dari pengawasan rutin.
“Pada kegiatan sebelumnya, pemeriksaan dilakukan di pool akhir. Setiap pengemudi yang kembali langsung kita cek kondisi kesehatannya,” ujar Agus, Selasa (23/3/2026).
Namun, melihat pentingnya aspek keselamatan serta kebutuhan pengawasan yang lebih menyeluruh, Dinkes memutuskan untuk mengulang kegiatan tersebut dengan cakupan yang diperluas. Pemeriksaan kini tidak hanya terpusat di pool, tetapi juga menyasar titik lain seperti kawasan Semayang.
Pengaruhi Kinerja
Menurut Agus, skrining ini menjadi langkah antisipatif terhadap berbagai risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja pengemudi. Kelelahan, tekanan darah tinggi, hingga potensi penyalahgunaan zat berbahaya dinilai sebagai faktor yang tidak bisa diabaikan.
“Ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan setiap pengemudi berada dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, saat membawa penumpang,” katanya.
Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi umum kesehatan, serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa. Jika ditemukan indikasi gangguan, pengemudi akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Selain itu, DKK juga mengingatkan pentingnya peran individu dalam menjaga kesehatan. Pengemudi diimbau untuk cukup beristirahat, menjaga pola makan, dan menghindari konsumsi zat yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Di tengah arus pergerakan masyarakat yang semakin tinggi, keselamatan perjalanan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah kota menilai, transportasi yang aman tidak hanya ditopang oleh kondisi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengemudikannya.
Melalui skrining berulang ini, DKK berharap tercipta sistem transportasi publik yang lebih andal, aman, dan berorientasi pada keselamatan. Pada akhirnya, setiap perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga memastikan setiap orang tiba dengan selamat.***
BACA JUGA
