Persiba Balikpapan Terpuruk di Batakan, Takumu Nishihara: Aku Tidak Akan Pernah Menyerah!

Penyerang Persiba Balikpapan asal Jepang, Takumu Nishihara menanduk bola / Oficial Persiba Balikpapan
Penyerang Persiba Balikpapan asal Jepang, Takumu Nishihara menanduk bola / Oficial Persiba Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Awan mendung menyelimuti Stadion Batakan seiring tren negatif yang terus menghantui Persiba Balikpapan di laga Championship 2025/2026.

Penyerang andalan asal Jepang, Takumu Nishihara, mengungkapkan kesedihan mendalamnya setelah Tim Selicin Minyak tersebut gagal meraih kemenangan dalam lima laga beruntun.

Ironisnya, dua kekalahan terakhir justru terjadi di kandang sendiri. Persiba harus menyerah 0-1 dari PSIS Semarang dan dipermalukan Kendal Tornado FC dengan skor telak 1-3.

Komitmen Sang Top Skor di Tengah Tekanan

Meski situasi tim kian terjepit, Takumu Nishihara yang telah mengoleksi 9 gol dalam 13 pertandingan ini menegaskan komitmennya untuk tidak menyerah. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengirimkan pesan menyentuh sekaligus membakar semangat bagi para suporter.

“Aku tidak akan jatuh, dan aku tidak akan pernah menyerah. Terima kasih untuk yang selalu mendukung,” tulis Takumu.

Pemain bernomor punggung andalan masyarakat Balikpapan ini mengakui bahwa tekanan dari berbagai pihak semakin berat seiring merosotnya posisi tim di klasemen. Namun, ia yakin evaluasi menyeluruh bisa mengembalikan kepercayaan diri skuad Beruang Madu.

“Tidak ada hari kemenangan, situasi sulit, saya ingin mengubahnya! Hadapi apa yang bisa kau lakukan sekarang! Aku harus melakukannya!” tambahnya dengan penuh optimisme.

Statistik Mengkhawatirkan: Persiba Tertahan di Peringkat 7

Perjalanan Persiba Balikpapan di Championship musim ini memang jauh dari harapan. Hingga pekan ke-13, tim kebanggaan warga Balikpapan ini masih tertahan di peringkat ke-7 dengan koleksi 11 poin.

Berikut rincian performa Persiba sejauh ini:

  • Main: 13 Pertandingan
  • Menang: 3 Kali
  • Seri: 2 Kali
  • Kalah: 8 Kali

Rentetan hasil buruk ini menjadi alarm keras bagi manajemen dan tim pelatih. Minimnya raihan poin di kandang sendiri menjadi poin evaluasi utama jika tidak ingin semakin terbenam di dasar klasemen Championship.

Evaluasi Harga Mati Jelang Laga Sisa

Kompetisi Championship 2025/2026 memang masih panjang, namun ruang untuk melakukan kesalahan sudah semakin sempit. Takumu dan kolega kini harus segera menemukan formula untuk kembali ke jalur kemenangan guna menjaga martabat Beruang Madu di hadapan pendukung fanatiknya.

Dukungan suporter yang tetap mengalir di tengah keterpurukan menjadi modal mental utama bagi para pemain untuk bangkit pada laga selanjutnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses