Pertamina RU Balikpapan Ajak Warga Padamkan Lampu di Earth Hour 2026

Kilang Balikpapan pada malam hari dengan cahaya lampu (foto : Inibalikpapan/samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Komitmen menjaga kelestarian energi kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan berkelanjutan, Pertamina RU Balikpapan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Beriman untuk berpartisipasi dalam aksi global Earth Hour, Sabtu (28/3/2026) malam.

Program yang telah rutin dijalankan Pertamina sejak 2013 ini menjadi momentum krusial untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya efisiensi energi di tengah tantangan perubahan iklim global.

Aksi Simbolis dengan Dampak Nyata

Dalam pelaksanaan tahun ini, masyarakat diimbau untuk melakukan aksi sederhana namun bermakna: mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama 60 menit.

  • Waktu Pelaksanaan: Sabtu, 28 Maret 2026.
  • Pukul: 20.30 hingga 21.30 WITA.

Pihak manajemen Pertamina RU Balikpapan menegaskan bahwa Earth Hour bukan sekadar seremoni tahunan. “Perubahan besar selalu berawal dari langkah sederhana. Mematikan lampu selama satu jam mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama secara kolektif, dampaknya terhadap pengurangan beban energi sangat signifikan,” tulis Pertamina dalam pesan kampanyenya.

Edukasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Lebih dari sekadar mematikan lampu, gerakan yang diprakarsai oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini bertujuan menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat. Pertamina mendorong agar semangat penghematan energi ini tidak berhenti setelah satu jam, melainkan bertransformasi menjadi gaya hidup sehari-hari.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah:

  1. Mematikan lampu ruangan yang tidak terpakai.
  2. Mencabut kabel pengisi daya (charger) jika tidak digunakan.
  3. Menggunakan perangkat elektronik hemat energi secara bijak.

Kampanye Digital Generasi Muda

Pertamina juga mengajak warga, khususnya generasi muda di Balikpapan, untuk mengabadikan momen kegelapan yang bermakna ini di media sosial. Partisipasi publik melalui konten positif diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan kepedulian lingkungan hingga ke pelosok daerah.

Di Balikpapan, partisipasi aktif dari perusahaan, komunitas, hingga individu menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan padamnya lampu-lampu ikonik kota selama satu jam, tersimpan harapan besar akan masa depan Kalimantan Timur yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses