Prabowo di Rakornas 2026: Dunia Terancam Perang Dunia III, Indonesia Harus Mandiri dan Siap Siaga!
BOGOR, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras mengenai dinamika geopolitik global saat ini. Di hadapan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam Rakornas 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), Presiden menegaskan bahwa bayang-bayang Perang Dunia Ketiga kini menjadi kekhawatiran nyata para pemimpin dunia.
Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh barisan pemerintahan untuk memperkuat kewaspadaan dan kemandirian nasional di tengah ketegangan yang kian kompleks.
Ancaman “Nuclear Winter” dan Krisis Global
Berdasarkan hasil pengamatannya dari forum internasional seperti World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden menyebut hampir semua pemimpin dunia merisaukan pecahnya konflik berskala besar.
“Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” ungkap Presiden Prabowo.
Ia mengingatkan bahwa konflik nuklir tidak hanya berdampak pada negara yang berperang, tetapi juga seluruh dunia melalui fenomena nuclear winter—gangguan pangan, perikanan, hingga perubahan iklim ekstrem yang bisa berlangsung puluhan tahun.
Politik Bebas Aktif: Seribu Kawan Terlalu Sedikit
Di tengah pecahnya dunia menjadi blok-blok kepentingan, Presiden menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif dan nonblok.
- Prinsip Persahabatan: Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegasnya.
- Kemandirian Nasional: Namun, Prabowo mengingatkan bahwa sikap nonblok menuntut kemandirian yang kuat. Merujuk pada pesan Bung Karno dan Jenderal Sudirman, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari).
Realitas Dunia: “Yang Kuat Berbuat Sesuai Kehendak”
Presiden secara jujur memaparkan realitas pahit dunia internasional yang saat ini lebih didorong oleh kekuatan daripada prinsip idealis.
“Saya selalu mengingatkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita,” kata Presiden.
Oleh karena itu, sebagai pemegang mandat rakyat, ia berkomitmen menjaga keselamatan bangsa dengan kebijakan yang rasional dan tenang. “Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” pungkasnya.
Poin Penting Taklimat Presiden:
- Waspada Dinamika Global: Konflik Ukraina dan Gaza berdampak langsung pada ekonomi dan keamanan nasional.
- Kemandirian Pangan & Energi: Penting untuk menghadapi potensi gangguan rantai pasok global.
- Kebijakan Rasional: Pemerintah harus bergerak berdasarkan realitas dunia nyata, bukan sekadar idealisme.
BACA JUGA
