Prabowo Singgung Hambatan Swasembada Energi di Peresmian RDMP Balikpapan: ‘Ada Orang Pinter-Pinter, tapi Serakah’
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Upaya memperkuat kemandirian energi nasional menjadi sorotan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1) di Balikpapan.
Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sama-sama menyinggung adanya praktik tidak sehat yang dinilai menghambat swasembada energi dan memperpanjang ketergantungan pada impor.
Prabowo menyoroti adanya pihak-pihak yang memanfaatkan regulasi dan peluang impor demi keuntungan pribadi, di tengah upaya Indonesia menuju swasembada energi.
“Beberapa tahun belakangan, bahwa terjadi manajemen permainan-permainan tidak sehat di Pertamina, dan di peraturan ESDM kita,” kata dia.
“Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti, orang-orang Indonesia yang pinter-pinter, tapi serakah, mau impor dari luar, tapi dia manipulasi harga, dan dia kutip, dan sehingga ada pihak segelintir orang kaya raya di atas penderitaan rakyat.”
Prabowo menyatakan bahwa dirinya bertekad untuk membersihkan Pertamina saat menjabat jadi Presiden saat ini. Sebagai langkahnya, ia mengangkat figur-figur baru di dalam direksi, salah satunya Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina.
“Dan saya beri tugas. Jangan korupsi. Jangan cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab. Godaan akan banyak. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan negara harus tega. Banyak anak muda yang hebat,” kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti hambatan yang sempat terjadi di proyek RDMP Balikpapan, termasuk insiden kebakaran yang memundurkan jadwal penyelesaian proyek dari target awal Mei 2024. “Proyek RDMP ini banyak dramanya. Saya harus jujur katakan, ini banyak dramanya,” kata dia.
Bahlil bilang, seharusnya proyek sudah bisa direalisasikan awal bulan Mei 2024. “Tapi ini, Pak, terbakar. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti, apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena faktor lain,” kata Bahlil.
Selanjutnya, Bahlil pun meminta para pihak untuk investigasi. “Ternyata ini Pak, ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi. Agar impor terus. Impor terus. Impor terus. Kita harus hadapi dan selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” katanya.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan beroperasinya Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026). Peresmian yang berlangsung di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ini menjadi momen dalam penguatan ketahanan sekaligus kemandirian energi nasional.
RDMP Balikpapan menegaskan posisi Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, sebagai salah satu pusat industri energi terbesar dan paling strategis di Indonesia. Acara peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), serta para pemangku kepentingan sektor energi nasional.
Tampak hadir di antaranya Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman.***
BACA JUGA
