Prajurit TNI yang Bergabung di Misi Perdamaian Diusulkan Ditarik, Imbas Gugurnya Praka Farizal Ramadan

JAKARTA, inibalikpapan.com – Prajurit TNI gugur di Lebanon mulai memicu kekhawatiran serius di dalam negeri. DPR RI membuka opsi penarikan pasukan dari misi perdamaian UNIFIL, menyusul eskalasi konflik yang dinilai semakin membahayakan keselamatan prajurit Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menilai insiden yang menewaskan prajurit TNI harus menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pasukan Indonesia di Lebanon.

Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini sudah jauh dari situasi ideal untuk misi penjaga perdamaian.

“Kalau serangan terus terjadi dan sudah menelan korban jiwa, kita harus mempertanyakan apakah prajurit kita masih menjaga perdamaian atau justru menjadi target,” ujarnya, dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.

Ia menegaskan, keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Jika situasi tidak lagi aman, pemerintah diminta berani mengambil langkah tegas, termasuk menarik pasukan dari wilayah konflik tersebut.

Dave juga menyoroti bahwa misi perdamaian seharusnya dijalankan di wilayah yang relatif stabil, bukan di tengah pertempuran aktif.

“Kalau yang terjadi adalah perang terbuka, maka misi ini sudah tidak relevan,” tegasnya.

Insiden yang menewaskan prajurit Indonesia di Lebanon disebut bukan yang pertama. Namun, kejadian terbaru dinilai paling fatal karena memakan korban jiwa.

Selain itu, sejumlah negara lain juga mulai mempertimbangkan langkah serupa, termasuk Italia, yang memicu perhatian terhadap keberlanjutan misi internasional di wilayah tersebut.

DPR pun mendorong pemerintah segera mengambil sikap diplomatik dan militer yang jelas, agar keselamatan prajurit TNI tetap terjamin di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses