Prakiraan Cuaca Kaltim 12 Maret 2026: Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Balikpapan Cenderung Berawan

Jalan Tol Balikpapan - IKN
Jalan Tol Balikpapan - IKN (foto : Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi warga Kalimantan Timur untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pada hari ini, Kamis (12/3/2026), hujan disertai kilat dan angin kencang diprediksi akan mengguyur beberapa wilayah, terutama pada siang dan malam hari.

Peringatan Dini BMKG

Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah:

  • Kutai Barat (Sendawar, Damai)
  • Kutai Kartanegara (Tabang, Tenggarong)
  • Mahakam Ulu (Long Bagun)
  • Berau (Tanjung Redeb)

Prakiraan Cuaca di Kota-Kota Utama Kaltim

Bagi masyarakat yang memanfaatkan jalur fungsional Tol IKN, cuaca diprediksi cukup bersahabat pada siang hari dengan kondisi Cerah Berawan. Namun, pengendara tetap diimbau waspada mengingat operasional tol hanya dibatasi hingga pukul 18.00 WITA dan potensi awan tebal pada sore hari yang dapat mengurangi jarak pandang.

Wilayah Balikpapan: Pagi hingga siang hari sangat ideal untuk aktivitas luar ruangan. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, waspadai perubahan awan tebal mulai pukul 16.00 WITA yang berpotensi membawa hujan ringan.

Wilayah Samarinda & Tenggarong: Tetap waspada terhadap potensi hujan sedang yang dapat meningkatkan kelembapan udara. Pastikan kondisi kendaraan prima jika harus menempuh perjalanan antar kota.

Jalur Mudik & Tol IKN: Cuaca di sepanjang jalur tol fungsional IKN diprediksi Cerah Berawan pada pagi hari, namun karena minimnya penerangan, pengendara diingatkan untuk tetap mengacu pada batas operasional tol hingga pukul 18.00 WITA.

Kondisi Maritim (Perairan Balikpapan)

  • Gelombang: Rendah (0.5 – 1.25 meter).
  • Angin: Bertiup dari arah Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 2 – 10 knot.
  • Catatan: Kondisi perairan relatif aman untuk penyeberangan feri Kariangau – Penajam, namun nelayan tetap diminta memantau perubahan awan Cumulonimbus yang dapat memicu angin kencang mendadak.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses