Prakiraan Cuaca Kaltim 18 Januari 2026: Samarinda-Balikpapan Hujan Siang Hari

Sungai Mahakamn/ foto ariputuamijaya
Sungai Mahakamn/ dok

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Kalimantan Timur pada Minggu, 18 Januari 2026.

Masyarakat di wilayah pedalaman diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Berdasarkan pantauan satelit, dinamika atmosfer menunjukkan adanya penumpukan awan konvektif yang dapat memicu cuaca buruk dalam durasi singkat namun intens.

Wilayah Siaga Cuaca Ekstrem

BMKG memprioritaskan peringatan dini untuk tiga kabupaten di wilayah hulu dan pedalaman:

  • Kabupaten Mahakam Ulu: Meliputi wilayah Lahat Tuan, Long Apari, dan sekitarnya.
  • Kabupaten Kutai Barat: Waspada hujan petir di Sendawar, Melak, dan wilayah sekitarnya.
  • Kabupaten Kutai Timur: Potensi hujan lebat di Muara Ancalong hingga Busang.

Kondisi ini diprediksi akan terjadi mulai siang hari hingga menjelang malam, dengan risiko terjadinya pohon tumbang serta peningkatan debit air sungai.

Prakiraan Wilayah Pesisir dan Kota Utama

Sementara itu, wilayah perkotaan dan pesisir Kaltim diprediksi mengalami cuaca yang lebih fluktuatif:

  • Samarinda: Diprediksi berawan sejak pagi, namun berpotensi hujan ringan pada siang hari sebelum kembali berawan tebal pada malam hari.
  • Balikpapan: Cerah berawan di pagi hari. Masyarakat diminta mengantisipasi hujan lokal pada siang hari dan hujan ringan saat dini hari.
  • Bontang & Sangatta: Cuaca didominasi berawan dengan potensi hujan intensitas rendah di sore hari.
  • Tanjung Redeb (Berau): Kondisi cerah berawan mendominasi, cocok untuk aktivitas luar ruangan, meski hujan ringan tetap mengintai pada malam hari.

Himbauan Keamanan: Aktivitas Sungai dan Wisata

Mengingat suhu udara berada di kisaran 23°C – 32°C dengan kelembapan hingga 100%, BMKG memberikan beberapa rekomendasi keamanan:

  1. Waspada Debit Sungai: Bagi warga di hulu Mahakam, waspadai luapan sungai akibat curah hujan tinggi di wilayah pedalaman.
  2. Transportasi Laut: Gelombang di perairan Kalimantan Timur terpantau dalam kategori rendah hingga sedang (0.5 – 1.25 meter). Namun, visibilitas dapat menurun drastis saat terjadi hujan lokal.
  3. Kesehatan: Kelembapan tinggi memicu kondisi fisik lebih cepat lelah, masyarakat diimbau menjaga hidrasi selama beraktivitas di luar rumah.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses