Prakiraan Cuaca Kaltim Jumat 5 Desember 2025: Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

Sungai Mahakamn/ foto ariputuamijaya
Sungai Mahakamn/ dok

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat, 5 Desember 2025.

Sejumlah wilayah diprediksi diguyur hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang hingga malam hari.

Hujan Petir Mengancam Samarinda, Balikpapan, dan Bontang

Berdasarkan prakiraan BMKG, Samarinda diperkirakan mengalami hujan dan badai petir mulai menjelang siang. Kondisi berawan pada pagi hari akan berubah menjadi hujan petir sekitar pukul 11.00–14.00 WITA.

Di Balikpapan, situasi cuaca tak jauh berbeda. Setelah awan mendominasi pagi hari, BMKG memperkirakan badai petir terjadi pada siang hari dan dapat berlanjut hingga malam.

Sementara itu, Bontang diprediksi mengalami hujan petir pada sore hingga malam setelah dominasi awan tebal sejak pagi.

Sebagian Besar Kaltim Masuk Zona Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kaltim pada periode 4–6 Desember 2025. Wilayah ini masuk dalam kategori waspada hujan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi menimbulkan kilat, petir, hingga angin kencang.

Kondisi ini sejalan dengan fase awal musim hujan di Kalimantan, di mana peningkatan curah hujan mulai terasa di sejumlah kota dan kabupaten.

Suhu Diprediksi 24–33°C

Sepanjang Jumat, suhu di tiga kota utama di Kaltim diperkirakan berada pada rentang:

  • Samarinda: 24–33°C
  • Balikpapan: 24–32°C
  • Bontang: 24–31°C

Kelembapan tinggi serta tutupan awan tebal diproyeksikan membuat cuaca terasa lebih gerah pada pagi–siang hari sebelum hujan turun.

Warga Diimbau Tetap Siaga

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan petir, serta menghindari aktivitas di area terbuka. Warga di daerah rawan banjir dan longsor juga diminta memantau informasi terbaru dari pihak berwenang.

Mobilitas antarwilayah, termasuk jalur transportasi darat dan laut, diimbau untuk menyesuaikan kondisi cuaca karena potensi hujan lebat dapat mengganggu jarak pandang./BMKG

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses