Prakiraan Cuaca Kaltim Minggu 28 Desember 2025: Hujan Lebat dan Potensi Cuaca Ekstrem
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) akan diguyur hujan pada Minggu, 28 Desember 2025.
Memasuki puncak musim hujan akhir tahun, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG menyebutkan, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi hampir merata di kabupaten dan kota di Kaltim, dengan intensitas hujan yang diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari.
Di Balikpapan, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius. Kondisi serupa juga terjadi di Samarinda dan Bontang, meski di ibu kota provinsi hujan diprediksi turun dengan intensitas sedang disertai kelembapan udara tinggi.
Sementara itu, wilayah Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, Paser, dan Penajam Paser Utara berpotensi mengalami hujan ringan yang dapat meningkat secara lokal. Suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 22–32 derajat Celsius.
BMKG juga mencatat, Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya berpeluang mengalami hujan ringan dengan suhu relatif hangat. Aktivitas masyarakat di kawasan pembangunan nasional tersebut diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, khususnya pada siang hingga sore hari. Kondisi ini berisiko memicu genangan, jalan licin, serta gangguan aktivitas transportasi dan kegiatan luar ruang.
Masyarakat diimbau untuk: membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, waspada terhadap pohon tumbang dan angin kencang, dan selalu memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
BMKG menegaskan, dinamika atmosfer pada periode libur akhir tahun masih sangat fluktuatif, sehingga pembaruan prakiraan cuaca secara berkala menjadi hal penting untuk keselamatan bersama. / BMKG
BACA JUGA
