Presiden Prabowo Instruksikan Penugasan Khusus untuk Pemulihan Sumatra

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (07/12/2025). / Setneg
Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (07/12/2025). / Setneg

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan menggelar pertemuan strategis bersama sejumlah menteri dan pejabat negara.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman dinas Presiden, Widya Chandra, Jakarta, pada Jumat (2/1/2026) sore hingga malam, berfokus pada percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan krusial dari Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad.

Fokus Rekonstruksi di Tiga Provinsi Sumatra

Laporan yang disampaikan Prof. Dasco menyoroti progres signifikan serta hambatan dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga agar penanganan dampak bencana berjalan efektif.

Poin Utama Pembahasan:

  • Rekonstruksi Infrastruktur: Memastikan fasilitas publik dan akses transportasi di wilayah terdampak kembali berfungsi normal.
  • Rehabilitasi Sosial: Percepatan bantuan bagi warga terdampak serta pemulihan ekonomi lokal.
  • Sinergi Lintas Lembaga: Mempererat kerja sama antara Satgas DPR RI dengan kementerian terkait di bawah Kabinet Merah Putih.

Penugasan Khusus Awal Tahun 2026

Selain membahas bencana, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan “penugasan khusus” kepada setiap peserta rapat. Tugas ini dirancang agar agenda prioritas nasional dapat segera dieksekusi tanpa menunda waktu di awal tahun anggaran baru.

Pejabat yang Hadir dan Menerima Penugasan:

  1. Prof. Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR RI)
  2. Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara)
  3. Sugiono (Menteri Luar Negeri)
  4. Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet)

“Penugasan khusus awal tahun dari Bapak Presiden bertujuan memastikan pelaksanaan agenda prioritas nasional berjalan efektif sejak hari pertama tahun 2026,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Komitmen Koordinasi Tanpa Sekat

Pertemuan di Widya Chandra ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang mengutamakan koordinasi langsung dan cepat. Dengan melibatkan pimpinan DPR dan menteri-menteri strategis, pemerintah ingin memastikan tidak ada ego sektoral dalam menangani isu-isu sensitif seperti bencana nasional dan pemulihan ekonomi.

Langkah ini sekaligus memberikan pesan kuat kepada publik bahwa pemerintah tetap bekerja penuh meski di masa libur awal tahun, demi memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, terutama di wilayah yang tengah berjuang bangkit dari bencana.  (BPMI Setpres)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses