Presiden Prabowo Jamin Subsidi BBM untuk 80 Persen Rakyat di Tengah Krisis Energi Global

Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme pemerintah dalam menavigasi ancaman krisis energi global. Dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian dunia.

Presiden menekankan bahwa efektivitas dan keandalan pemerintah selama satu setengah tahun terakhir telah terbukti dalam menjalankan tugas negara dengan baik.

Navigasi Krisis: Pangan, Energi, dan Air

Presiden Prabowo mengingatkan kembali proyeksi PBB mengenai tiga ancaman utama dunia, yaitu krisis pangan, energi, dan air (food, energy, and water). Meski konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global, Indonesia diklaim berada dalam posisi yang relatif aman.

“Saya telah mempelajari data dan laporan dari menteri-menteri, ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, tapi kita mampu mengatasinya,” tegas Presiden.

Strategi 12 Bulan: Kritis Menuju Mandiri

Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengendalikan konsumsi bahan bakar, terutama dalam periode 12 bulan ke depan yang dianggap sebagai masa kritis.

  • Jangka Pendek: Fokus pada pengendalian konsumsi BBM dalam satu tahun ke depan.
  • Jangka Panjang: Setelah melewati 12 bulan, Indonesia diproyeksikan akan menjadi jauh lebih kuat dalam sektor energi.

Subsidi BBM Tepat Sasaran: 80 Persen Rakyat Terlindungi

Presiden memastikan bahwa kebijakan subsidi energi akan tetap dipertahankan bagi masyarakat kecil dan miskin.

“Untuk BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita. Tapi orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, dia harus bayar harga pasar,” ujar Presiden Prabowo.

Momentum Reformasi: Stop Kebocoran dan Korupsi!

Krisis global dipandang sebagai peluang untuk mempercepat transformasi menuju kemandirian energi berbasis sumber daya domestik dan energi terbarukan. Presiden menegaskan tidak boleh ada ruang bagi pemborosan maupun korupsi.

“Kesulitan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, dan tidak boleh ada korupsi,” tandasnya. (BPMI Setpres)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses