Presiden Prabowo Sebut Kebocoran Anggaran Negara Karena Penyalahgunaan Wewenang dan Kolusi

Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/02/2026). / Setneg
Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/02/2026). / Setneg

BOGOR, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait komitmen pemerintahannya dalam menjaga kekayaan negara. Kepala Negara menginstruksikan perang total terhadap praktik korupsi di seluruh tingkatan birokrasi.

Presiden menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam yang luar biasa tidak akan berarti jika kebocoran anggaran akibat penyalahgunaan wewenang masih terus terjadi.

Soroti Kolusi dengan Pengusaha Nakal

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengidentifikasi akar masalah yang menghambat ketangguhan ekonomi nasional, yakni praktik kolusi dan penipuan yang melibatkan oknum pejabat dan pengusaha.

“Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Kekayaan kita banyak yang hilang, padahal bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” tegas Presiden saat presmian 218 jembatan yang digelar secara hybrid dari Hambalang, Senin (9/3/2026),

Keluar Krisis dengan Lebih Kuat

Meski dunia sedang dihantui berbagai konflik dan krisis, Presiden mengaku telah mempelajari data kekayaan Indonesia secara mendalam. Ia optimistis bahwa Indonesia memiliki segala syarat untuk menjadi negara yang lebih makmur dan produktif jika mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

“Setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih makmur dan lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” lanjutnya.

Swasembada Pangan dan Energi

Fondasi utama ketahanan nasional menurut Presiden Prabowo adalah kemandirian di sektor pangan dan energi. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk mencapai swasembada beras dan protein kini menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.

  • Sektor Pangan: Target utama adalah swasembada beras sebagai makanan pokok serta pemenuhan kebutuhan protein nasional.
  • Sektor Energi: Presiden menekankan pentingnya swasembada BBM yang telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun guna melepaskan ketergantungan dari impor.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras adalah kunci. Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan agar kita swasembada energi,” pungkas Presiden. (BPMI Setpres)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses