PROFIL LEO TUPAMAHU: Sang Bek Legendaris yang Kini Jadi Nahkoda Persiba Balikpapan

Leo Tupamahu / Persiba Balikpapan
Leo Tupamahu / Persiba Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Leonard Tupamahu (lahir 9 Juli 1983) adalah sosok yang tidak asing bagi pecinta sepak bola nasional. Memiliki karier sebagai pemain selama lebih dari dua dekade, Leo dikenal sebagai bek yang lugas, disiplin, dan memiliki kepemimpinan kuat di lapangan. Kini, di usia 42 tahun, ia memulai babak baru sebagai juru taktik di kursi kepelatihan.

Data Pribadi

  • Nama Lengkap: Leonard Tupamahu
  • Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 9 Juli 1983
  • Usia: 42 Tahun (per 2026)
  • Lisensi Kepelatihan: AFC Pro (Proses/Sederajat)
  • Spesialisasi Taktis: Pertahanan Solid & Kedisiplinan Posisi

Karier Pemain: Simbol Loyalitas dan Umur Panjang

Leo Tupamahu adalah fenomena di Liga Indonesia karena mampu bermain di level tertinggi hingga usia hampir 40 tahun. Kariernya membentang di berbagai klub raksasa:

  • Persija Jakarta (2002–2009): Namanya melambung bersama tim Macan Kemayoran, di mana ia menjadi salah satu bek lokal paling disegani.
  • Bali United (2019–2023): Di masa “senja” kariernya, Leo justru meraih puncak kejayaan dengan membawa Bali United menjuarai Liga 1 dua musim berturut-turut (Back-to-Back Champions 2019 & 2021/2022).
  • Klub Lain: Pernah memperkuat Arema Cronus, Pelita Jaya, Madura United, hingga Borneo FC Samarinda.

Transisi ke Manajemen & Kepelatihan

Setelah gantung sepatu, Leo tidak jauh dari lapangan hijau. Ia mulai mengasah kemampuan manajerial dan taktiknya:

  • Manajer PSS Sleman: Leo sempat dipercaya menjabat sebagai manajer tim PSS Sleman. Pengalaman ini memberinya perspektif luas mengenai pengelolaan tim dan mentalitas pemain dari sisi non-teknis.
  • Staf Kepelatihan: Ia terus menimba ilmu kepelatihan untuk memenuhi syarat lisensi sebagai pelatih kepala di kompetisi profesional Indonesia.

Karakteristik & Filosofi Kepelatihan

Sebagai mantan pemain bertahan, Leo Tupamahu diprediksi akan membawa gaya permainan yang:

  1. Defensive Solidity: Mengutamakan organisasi pertahanan yang rapat—hal yang sangat dibutuhkan Persiba Balikpapan saat ini.
  2. Disiplin Tinggi: Leo dikenal sebagai pemain yang sangat menjaga pola hidup dan profesionalisme; standar ini yang akan ia terapkan pada skuat Beruang Madu.
  3. Pendekatan Senioritas: Kemampuannya berkomunikasi dengan pemain muda dan senior menjadikannya sosok yang tepat untuk meredam tensi di ruang ganti yang sedang mengalami krisis poin.

Tantangan di Persiba Balikpapan

Penunjukannya pada Januari 2026 adalah misi penyelamatan. Leo memikul beban berat untuk:

  • Memutus tren negatif (10 kekalahan dalam 15 laga).
  • Menjauhkan Persiba dari zona play-off degradasi yang hanya terpaut 3 poin.
  • Mengembalikan Stadion Batakan (atau kandang sementara) sebagai benteng yang angker bagi lawan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses