Program BPBL Sasar 205 Ribu Rumah, Pemerintah Targetkan 2030 Desa Berlistrik Total
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian signifikan dalam pemerataan akses energi nasional sepanjang tahun 2025.
Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pemerintah terus berupaya menghapus kesenjangan infrastruktur di wilayah pelosok Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penyediaan listrik merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Realisasi 2025: Ribuan Lokasi dan Ratusan Ribu Rumah Teraliri Listrik
Pemerintah mencatat angka realisasi yang impresif dalam satu tahun terakhir guna mengejar target rasio elektrifikasi nasional:
- Program Listrik Desa (Lisdes): Telah menjangkau 1.516 lokasi dengan total 77.616 pelanggan baru di berbagai daerah.
- Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL): Berhasil membantu pemasangan listrik gratis bagi 205.968 rumah tangga berpenghasilan rendah.
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa program BPBL sangat krusial karena membantu masyarakat yang terkendala biaya pasang baru, yang rata-rata mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per rumah.
Target Ambisius: 10.100 Desa dan Dusun Tuntas pada 2030
Dalam konferensi pers capaian kinerja ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026), Bahlil memaparkan peta jalan (roadmap) elektrifikasi jangka menengah. Pemerintah menargetkan seluruh wilayah yang saat ini belum terjamah listrik dapat segera teraliri.
“Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029-2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada,” tegas Bahlil.
Bahlil, yang memiliki pengalaman pribadi tumbuh tanpa listrik, menekankan bahwa kehadiran energi akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, aktivitas ekonomi, dan martabat hidup masyarakat di daerah terpencil.
Kementerian ESDM memastikan bahwa program Lisdes dan BPBL akan tetap menjadi instrumen utama negara untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan memperkuat jaringan hingga ke dusun-dusun terkecil, pemerintah optimistis dapat menciptakan pemerataan pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia. / ESDM
BACA JUGA
