PT PELNI Balikpapan Terapkan Pemeriksaan Berlapis, Jamin Tidak Ada Penumpang Tanpa Tiket 

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan menegaskan telah menerapkan sistem pemeriksaan berlapis untuk mencegah masuknya penumpang tanpa tiket maupun yang menggunakan identitas tidak sesuai. 

Langkah ini diambil setelah melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat dan pelanggan melalui media sosial serta edaran resmi yang disebarkan ke berbagai kanal.

Kepala Cabang PT PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan mulai dari awal proses hingga penumpang memasuki kapal. 

“Kita melakukan pemeriksaan bertingkat di seluruh tahapan – mulai dari terminal penumpang luar, pintu check-in, titik DCS (Departure Control System), melalui gerbang otomatis yang dikelola oleh tim keamanan Belindo, bahkan saat akan naik tangga kapal maupun memasuki ruang karamba rata,” ujarnya dalam keterangan resmi pada hari ini.

Setiap tahapan pemeriksaan difokuskan pada verifikasi identitas penumpang dan kesesuaian dengan data tiket yang terdaftar. Menurut Ridwan, kolaborasi erat dengan pihak terkait seperti unit keamanan internal dan Belindo menjadi kunci keberhasilan langkah ini. 

“Kami telah berkoordinasi penuh dengan seluruh elemen terkait, mulai dari tim pengamanan, Belindo, hingga tim operasional PELNI sendiri. Semua proses dirancang secara cermat untuk memastikan tidak ada celah bagi penumpang yang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Ditanya mengenai kemungkinan penumpang yang membeli tiket atas nama orang lain atau dari calon pembeli tidak terdaftar bisa naik kapal, Ridwan menegaskan tidak akan terjadi. “Kita menjamin sepenuhnya bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Setiap penumpang harus menunjukkan identitas yang sesuai dengan data pada tiket mereka. Tidak ada pengecualian dalam aturan ini,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta keamanan perjalanan bagi seluruh penumpang PELNI. Selain itu, sistem pemeriksaan yang ketat juga bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan operasional perusahaan.

“Perjalanan yang aman dan teratur adalah bentuk kasih sayang kita kepada setiap penumpang. Seperti halnya cinta yang membutuhkan kejujuran dan kesesuaian hati, layanan transportasi juga membutuhkan kepatuhan pada aturan untuk menjaga kesejahteraan bersama,” pungkas Ridwan dengan pesan bijak.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses