Rahmad Mas’ud: Rumah Sakit Balikpapan Barat Tetap Jadi Prioritas

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan pembangunan rumah sakit di wilayah Balikpapan Barat tetap akan dilanjutkan meskipun kontrak dengan penyedia jasa sebelumnya telah resmi diputus.

Pemutusan kontrak dilakukan karena pelaksanaan proyek dinilai tidak menunjukkan kemajuan sesuai target yang telah ditetapkan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memberikan kesempatan perpanjangan waktu sebanyak dua kali kepada kontraktor pelaksana. Namun hingga batas waktu yang diberikan, progres pekerjaan di lapangan dinilai tidak signifikan.

“Penyedia jasa sudah kami beri kelonggaran dan tambahan waktu. Tetapi secara teknis maupun fisik di lapangan tidak ada perkembangan yang memadai. Karena itu, Pejabat Pembuat Komitmen memutuskan kontrak sebagai langkah administratif yang paling tepat,” ujar Rahmad Mas’ud, ditemui usai meresmikan Taman Kampung Baru, Balikpapan Barat, Senin (9/2/2026).

Rahmad menegaskan, pemutusan kontrak tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas layanan kesehatan di Balikpapan Barat. Menurutnya, keberadaan rumah sakit di kawasan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperluas dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Rumah sakit di Balikpapan Barat adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari komitmen kami untuk pemerataan layanan kesehatan,” katanya.

Terkait kelanjutan proyek, Pemerintah Kota Balikpapan akan segera memproses lelang ulang agar pembangunan dapat diteruskan oleh penyedia jasa yang memiliki kemampuan dan komitmen lebih baik.

Rahmad berharap proses lelang ulang dapat berjalan lancar sehingga pembangunan tidak tertunda terlalu lama.

Kesehatan Jadi Program Prioritas

Ia juga menjelaskan bahwa nilai kontrak proyek rumah sakit tersebut sebelumnya mencapai lebih dari Rp100 miliar. Dari total anggaran tersebut, sekitar 20 persen telah dicairkan dan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dana yang sudah keluar itu secara administrasi clear. Kontraktor menerima pembayaran sesuai progres yang dilaporkan, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan target yang kami harapkan,” jelasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah, Rahmad memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti rumah sakit tidak boleh terhenti hanya karena kendala teknis dalam pelaksanaan proyek.

“Efisiensi anggaran tetap kami lakukan, tetapi pendidikan dan kesehatan tidak boleh dikorbankan. Kalau ada kendala, kita benahi, bukan dihentikan,” tegasnya.

Pemkot Balikpapan menargetkan pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat dapat segera dilanjutkan setelah proses lelang ulang selesai, sehingga masyarakat di wilayah tersebut bisa lebih cepat mendapatkan layanan kesehatan yang dekat, layak, dan memadai.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses