Ramadan 1447 H, Polresta Balikpapan Perkuat Sinergi dengan Insan Pers dan Santuni Anak Yatim
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang mempererat silaturahmi dan meneguhkan kepedulian sosial. Hal itu tergambar dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Polresta Balikpapan bersama insan pers dan puluhan anak yatim, Rabu (25/2/2026), di Mapolresta Balikpapan.
Kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni berbuka puasa, tetapi juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara kepolisian dan media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan menyampaikan informasi kepada publik secara akurat.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, termasuk kalangan pers.
“Buka puasa bersama ini menjadi wadah mempererat sinergi Polri dengan insan pers, sekaligus bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jerrold secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari semangat kerja Polresta Balikpapan yang terangkum dalam jargon “Amin”, akronim dari Adaptif, Mumpuni, Inovatif, dan Nyata.
Nilai adaptif, kata dia, tercermin dari kemampuan institusi menyesuaikan diri dengan momentum Ramadan untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah. Adapun nilai mumpuni diwujudkan melalui pengelolaan komunikasi publik yang solid bersama media, sekaligus kehadiran Polri sebagai pengayom bagi kelompok masyarakat rentan.
Sementara itu, nilai inovatif direalisasikan melalui pengemasan program kepedulian sosial yang menyentuh langsung masyarakat. “Nilai nyata ditunjukkan melalui aksi konkret yang bisa dirasakan langsung manfaatnya,” tutur Jerrold.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan insan pers. Menurut dia, eksistensi dan kinerja kepolisian tidak terlepas dari peran media dalam menyampaikan informasi, kritik, dan masukan yang konstruktif.
“Kami menyadari, kritik dan koreksi adalah bagian penting agar institusi ini semakin adaptif dan kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan diisi tausiah oleh Ustadz Lutfi yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati antarumat beragama menjadi fondasi terciptanya kehidupan yang rukun dan harmonis.
Ramadan, dalam suasana kebersamaan itu, tidak hanya menghadirkan kehangatan berbuka puasa, tetapi juga pesan bijak tentang cinta dan kepedulian. Cinta kepada sesama, yang diwujudkan melalui perhatian kepada anak-anak yatim, menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah kota bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan juga pada empati dan solidaritas warganya.***
BACA JUGA
