Ratusan Sekolah di Balikpapan Perkuat Budaya Pilah Sampah, DLH Dorong Perubahan dari Ruang Kelas

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Sekolah dalam Pengelolaan Sampah dari Sumber hasil inisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan ini terlaksana secara daring. Dari SD, SMP, MTs, MI, TK, KB, hingga PAUD sederajat di seluruh kota. (Foto: DLH Balikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Sebanyak 766 sekolah di Kota Balikpapan dari jenjang PAUD hingga SMP memperkuat budaya pilah dan olah sampah sebagai bagian dari gerakan pengelolaan sampah dari sumber.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Sekolah dalam Pengelolaan Sampah dari Sumber hasil inisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan ini terlaksana secara daring. Dari SD, SMP, MTs, MI, TK, KB, hingga PAUD sederajat di seluruh kota.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pemrosesan akhir. Perubahan harus mulai dari sumbernya.

“Sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat pembentukan karakter. Jika budaya memilah sampah tertanam sejak PAUD dan TK, diperkuat di SD, dan dibudayakan di SMP, maka kita sedang membangun fondasi peradaban yang peduli lingkungan untuk jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber bukan sekadar memilah organik dan anorganik. Tetapi membentuk pola pikir dan kebiasaan baru di kalangan generasi muda.

Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PHPKLH), Siti Fatimah, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman praktis. Utamanya kepada warga sekolah mengenai tata cara pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pengurangan sampah sekali pakai.

DLH berharap sekolah tidak hanya menjadi peserta, tetapi pelopor edukasi lingkungan di masyarakat. Setiap botol plastik yang siswa pilah dan setiap sisa makanan yang siswa olah menjadi langkah konkret menuju kota yang lebih berkelanjutan.

Balikpapan selama ini dikenal sebagai kota yang konsisten dalam isu kebersihan. Namun, peningkatan volume sampah menuntut keterlibatan lebih luas, termasuk dari generasi muda melalui institusi pendidikan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses