Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan, Kawasan BSB Diprediksi Jadi Titik Rawan Macet Saat Lebaran
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik, malam takbiran, hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu kawasan yang diprediksi menjadi titik rawan kemacetan adalah Balikpapan Super Block (BSB) hingga sepanjang Jalan MT Haryono.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan, potensi kepadatan di kawasan tersebut cukup tinggi karena merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat.
“Dari hasil analisa kami, kawasan BSB mulai dari pertigaan menuju arah Stalkuda hingga ke Jalan MT Haryono berpotensi mengalami kemacetan cukup signifikan, terutama pada saat puncak aktivitas masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang telah disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah penutupan sementara sejumlah akses putar balik (U-turn) pada waktu-waktu tertentu guna mengurangi antrean kendaraan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur utama yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan selama periode libur Lebaran.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami apabila terdapat perubahan arus lalu lintas atau penutupan jalan sementara. Semua langkah ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama,” katanya.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Polresta Balikpapan juga mengerahkan sebanyak 609 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat 2026 yang telah berlangsung sejak 13 Maret.
Ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik strategis. Tiga pos pengamanan utama berada di kawasan Plaza Balikpapan, BSB, dan Manggar.

Selain itu, pos terpadu juga didirikan di sejumlah simpul transportasi penting, seperti Pelabuhan Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, hingga Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Sementara itu, pos pantau disiapkan secara fleksibel untuk memantau kondisi lalu lintas di lapangan. Pos ini dapat dipindahkan sewaktu-waktu apabila terjadi penumpukan kendaraan di titik tertentu.
Kapolresta menambahkan, potensi kemacetan tidak hanya disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran, tetapi juga faktor cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan genangan air di sejumlah ruas jalan yang dapat memperlambat arus kendaraan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar apabila terjadi antrean di jalan. Petugas di lapangan akan segera melakukan penanganan guna mengurai kepadatan lalu lintas.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga ketertiban selama perayaan malam takbiran, khususnya dalam berlalu lintas. Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan, seperti knalpot bising, membawa penumpang melebihi kapasitas, hingga memodifikasi kendaraan secara berlebihan, diharapkan dapat dihindari.
“Keselamatan harus menjadi prioritas bersama. Dengan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat, kami berharap perayaan Idulfitri di Balikpapan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.***
BACA JUGA
