RFCC Complex RDMP Mulai Beroperasi, Sistem Kebakaran Modern Siaga Kawal Kilang Balikpapan

Fire System Modern Kawal Pengoperasian Awal RFCC Complex RDMP
PT KPB memasang sistem proteksi kebakaran modern yang kini tersebar di seluruh Proyek RDMP Balikpapan. Foto: PT KPB

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Dengan dimulainya pengoperasian awal unit di Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memperkuat aspek keselamatan di area kilang. PT KPB memasang sistem proteksi kebakaran modern yang kini tersebar di seluruh Proyek RDMP Balikpapan.

Penerapan Fire System modern ini merupakan bagian dari Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS). Sistem ini menjadi standar keselamatan proses yang terhubung dengan manajemen keandalan aset kilang.

Langkah ini juga mengokohkan komitmen KPB menuju operasi berstandar dunia. Upaya ini sekaligus mendukung target Proyek Strategis Nasional untuk meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari.

Sistem terpadu ini jadi salah satu kunci kesiapan operasi aman di kilang yang masuk tahap penting. Total ada 3.954 titik proteksi yang kini aktif memantau kondisi kilang secara real-time. Titik-titik ini mencakup deteksi gas, alarm, hingga pemadaman otomatis.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap tahapan proyek RDMP Balikpapan, termasuk saat memulai pengoperasian awal unit RFCC. Kami memastikan setiap potensi bahaya dapat terdeteksi dan ditangani dengan cepat, tepat, dan terukur,” ujar Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman dalam siaran resmi, Kamis (13/11/2025).

Sistem Deteksi Kebakaran Berkecepatan Tinggi

Salah satu teknologi yang diandalkan adalah Fire Gas Detection System (FGDS). Sistem ini mampu mengenali potensi kebakaran di lingkungan ekstrem melalui Flame Detector berbasis sinar inframerah dan ultraviolet. Perangkat ini bekerja mendeteksi nyala api dengan cepat dan akurat. Selain itu, Fixed Gas Detector memantau keberadaan gas mudah terbakar seperti hidrokarbon, hidrogen, amonia, hingga karbon monoksida.

Untuk pemadaman aktif, KPB menggunakan Fire Suppression System berbasis gas FM-200. Teknologi ini mampu memadamkan api tanpa meninggalkan residu dan tetap aman untuk peralatan elektronik. Sistem ini juga ramah lingkungan dan dipasang di area-area vital kilang.

Semua perangkat ini terintegrasi dan dipantau melalui Main Control Room (MCR). Operator bisa memonitor deteksi, alarm, hingga CCTV secara langsung dalam satu pusat kendali.

“Untuk mendukung penanganan pemadaman di area terbuka, peralatan juga dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, selang air, Fire Truck, dan sistem penyemprotan busa,” tambah Asep.

Selain itu, struktur baja di area kilang dilapisi material tahan panas sebagai proteksi pasif untuk memperlambat rambatan api. Lapisan ini juga memberi waktu evakuasi yang lebih aman bagi pekerja.

“Sistem ini kami rancang berlapis, agar setiap potensi bahaya dapat direspons dari berbagai sisi, mulai dari deteksi dini, peringatan cepat, hingga pemadaman otomatis,” jelasnya.

Guna memastikan semua berjalan sesuai standar, KPB juga melakukan latihan tanggap darurat di area RFCC. Simulasi ini menggambarkan potensi insiden pada kompresor gas bertekanan tinggi berisi hidrokarbon, lengkap dengan skenario kebakaran dan evakuasi yang melibatkan tim operasi dan HSSE.

Latihan ini penting untuk memastikan keandalan sistem serta kecepatan respons personel di area yang akan menjadi jantung peningkatan profitabilitas kilang.

“Dengan sistem keselamatan yang mengacu standar internasional, kami ingin memastikan seluruh pekerja aman, operasi awal berjalan andal, dan lingkungan tetap terlindungi,” tutup Asep.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses