RS Sayang Ibu Balikpapan Barat Masih Tertunda, DPRD Pastikan Pembangunan Dilanjutkan

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com -Pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat yang diharapkan mendekatkan layanan kesehatan ibu dan anak masih terhenti. Dengan progres fisik baru sekitar 17 persen, kelanjutan proyek ini baru ditargetkan pada 2027, membuat sebagian warga masih harus mencari layanan kesehatan ke wilayah lain.

RS Sayang Ibu sejak awal dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat Balikpapan Barat. Namun hingga kini, bangunan rumah sakit tersebut belum dapat dimanfaatkan akibat terhentinya proyek pembangunan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menjelaskan penghentian proyek dipicu persoalan serius pada pihak kontraktor pelaksana.

“Karena kinerja kontraktor tidak memenuhi ketentuan, kontraknya diputus dan perusahaan tersebut masuk daftar hitam,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Bagi sebagian warga Balikpapan Barat, tertundanya pembangunan rumah sakit ini berdampak langsung pada akses layanan kesehatan.

Nurhayati (34), warga Balikpapan Barat yang pernah mendampingi keluarganya berobat di Puskesmas Baru Ulu, mengatakan ketiadaan rumah sakit rujukan di wilayahnya membuat warga harus menempuh jarak lebih jauh.

“Kalau ada rumah sakit di sini tentu lebih dekat. Sekarang kalau perlu layanan tertentu, harus ke wilayah lain,” ujarnya singkat.

Cerita seperti ini menjadi gambaran kebutuhan layanan kesehatan yang masih dirasakan warga Balikpapan Barat.

Progres Baru 17 Persen

Gasali menyebutkan, secara fisik pembangunan RS Sayang Ibu baru mencapai sekitar 17 persen. Meski perencanaan telah disusun sesuai regulasi, kendala teknis di lapangan membuat proyek tidak dapat dilanjutkan dalam waktu dekat.

Seluruh tahapan lanjutan kini menunggu penyelesaian pemeriksaan, termasuk audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar pengusulan anggaran kembali,” jelasnya.

DPRD menegaskan pembangunan tidak bisa dilanjutkan tanpa prosedur. Karena kontrak sebelumnya telah diputus, proyek wajib melalui lelang ulang sesuai aturan pengadaan barang dan jasa.

Jika seluruh proses administrasi rampung, DPRD dan pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapat kembali dilanjutkan melalui APBD pada 2027.

Akuntabilitas Jadi Perhatian

Selain progres fisik, DPRD juga menyoroti aspek keuangan proyek. Dari realisasi anggaran yang terserap sekitar 17,1 persen, masih terdapat sisa dana lebih dari dua persen yang wajib dikembalikan oleh kontraktor.

“Pengembalian dana ini bagian dari menjaga keuangan daerah tetap tertib dan transparan,” kata Gasali.

Bagi warga Balikpapan Barat, RS Sayang Ibu bukan sekadar bangunan, tetapi harapan atas akses layanan kesehatan yang lebih dekat. DPRD berharap proyek ini dapat dilanjutkan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses