Safari Ramadan Pemkot Balikpapan di Masjid Nurul Ihsan: Cek Besaran Zakat Fitrah 2026 dan Imbauan Kelola Sampah

Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan mengunjungi Masjid Nurul Ihsan pada Minggu (15/3/2026) malam
Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan mengunjungi Masjid Nurul Ihsan pada Minggu (15/3/2026) malam (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempererat tali silaturahmi dengan warga melalui agenda Safari Ramadan. Pada Minggu (15/3/2026) malam, rombongan pemerintah kota mengunjungi Masjid Nurul Ihsan untuk berdialog sekaligus melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi, yang memimpin rombongan tersebut, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan sarana efektif untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

Info Zakat Fitrah 2026: Minimal Rp42 Ribu

Dalam sambutannya, Agus Budi mengingatkan umat Muslim mengenai kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum Idulfitri tiba. Berdasarkan ketetapan tahun 2026, besaran zakat fitrah untuk wilayah Balikpapan adalah:

  • Beras: 3 Kilogram per orang.
  • Uang Tunai: Senilai Rp42.000 hingga Rp54.000 per orang (menyesuaikan harga beras yang dikonsumsi).

“Zakat fitrah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Agus Budi.

Waspada Lonjakan Sampah hingga 800 Ton

Hal krusial lain yang menjadi sorotan pemerintah adalah masalah kebersihan lingkungan. Agus Budi memaparkan data yang cukup mencengangkan: produksi sampah di Balikpapan yang biasanya 550 ton per hari, diprediksi melonjak hingga 800 ton per hari selama Ramadan dan Idulfitri.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga dan tetap menjaga kebersihan kota. “Kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Balikpapan,” tegasnya.

Belanja Bijak dan Hindari Konsumerisme

Menjelang Lebaran, Pemkot Balikpapan juga meminta warga untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok dan menghindari perilaku belanja berlebihan (panic buying). Semangat Ramadan seharusnya memperkuat nilai kesederhanaan, bukan justru memicu gaya hidup konsumtif.

“Kita harapkan masyarakat belanja secara bijak. Semangat Ramadan adalah tentang kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama,” pungkas Agus Budi.

Melalui Safari Ramadan ini, pemerintah berharap solidaritas dan spiritualitas warga Balikpapan tetap terjaga demi mewujudkan kota yang harmonis dan religius.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses