Sampah Dapur Kini Tak Dibuang: Warga Muara Rapak Mulai Olah Jadi Pupuk Lewat Program Mas BIMA
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Sampah dapur selama ini jadi masalah harian warga Balikpapan Utara. Di Kelurahan Muara Rapak, kebiasaan itu mulai diubah. Lewat program Masyarakat Bijak Mengelola Alam (Mas BIMA), warga diajak mengolah sampah organik dari rumah agar lebih bermanfaat dan mengurangi timbunan sampah.
Program Mas BIMA diperkenalkan bersamaan dengan pelantikan Pengurus PKK Kelurahan Muara Rapak di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (31/1/2026). Program ini menekankan perubahan perilaku warga, dimulai dari aktivitas sehari-hari di rumah.
Lurah Muara Rapak Bima Wibisono menyebut persoalan lingkungan tidak bisa hanya diselesaikan lewat imbauan.
“Kalau dimulai dari rumah, dampaknya akan terasa langsung. Warga jadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek program,” ujarnya, Senin (2 /2/2026).
Sampah Tak Lagi Sekedar Dibuang
Salah satu warga RT 12 Muara Rapak, Siti (45), mengaku selama ini sampah dapur langsung dibuang ke tempat sampah umum.
“Kalau bisa diolah jadi pupuk, kami tertarik. Daripada bau dan numpuk, lebih bermanfaat buat tanaman,” ujarnya singkat.
Cerita seperti ini menjadi gambaran kebiasaan lama warga yang ingin diubah lewat Mas BIMA.
Angka Kecil Dampak Nyata
Kelurahan Muara Rapak menargetkan pengelolaan sampah organik dimulai dari skala rumah tangga. Jika 10–15 rumah di satu RT mengolah sampah dapurnya sendiri, volume sampah harian yang dibuang bisa berkurang secara signifikan.
Kompos hasil olahan rencananya dimanfaatkan untuk tanaman toga dan pekarangan, sehingga manfaatnya langsung dirasakan warga.
“Ini langkah kecil, tapi kalau dilakukan bersama, dampaknya besar,” jelas Bima.
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, menyatakan Mas BIMA sejalan dengan penguatan lingkungan di wilayahnya.
“Program ini mendukung kampung ProKlim, pengelolaan sampah, serta perilaku hidup bersih dan lingkungan sehat di Balikpapan Utara,” katanya.
Melalui Mas BIMA, warga Muara Rapak diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dari sampah dapur di rumah sendiri. Jika kebiasaan kecil ini dilakukan bersama, lingkungan bersih bukan lagi sekadar wacana.***
j
BACA JUGA
