Sapa Warga Balikpapan, “KAFIR Gerbang Sukma” Janjikan Teror Lebih Berani

Asha Assuncao dan Nadya Arina pemeran film Kafir Gerbang Sukma saat menyapa warga Balikpapan di eWalk BSB.(Foto:Dani/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Warga Kota Balikpapan mendapat kesempatan spesial menyaksikan lebih awal film horor terbaru produksi Starvision berjudul KAFIR, Gerbang Sukma. Film ini merupakan sekuel dari KAFIR, Bersekutu dengan Setan yang dirilis pada 2018 lalu.

Penayangan perdana digelar di XXI eWalk Balikpapan Super Blok (BSB), Selasa (27/1/2026) dan dikemas dalam agenda nonton bareng (nobar) bersama para pemain. Dua pemeran utama hadir langsung menyapa penonton, Asha Assuncao (Rani), Nadya Arina (Dinda).

Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, KAFIR, Gerbang Sukma menawarkan terobosan berbeda dalam genre horor. Film ini tidak menghadirkan sosok hantu secara eksplisit, namun membangun ketegangan melalui atmosfer mencekam, konflik batin, dan teror psikologis yang kuat. Cerita berlatar delapan tahun setelah film pertama, mengangkat dendam masa lalu yang belum tuntas sebagai inti cerita.

Kisah berpusat pada tokoh Sri, yang kembali diteror akibat dosa-dosa di masa lalunya. Teror semakin nyata saat keluarga tersebut pulang ke rumah orang tua Sri, yang justru menjadi awal dari rangkaian malapetaka. Elemen balas dendam, ilmu hitam, dan gerbang sukma menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita.

Asha Assuncao yang memerankan karakter Rani mengungkapkan bahwa perannya sebagai istri yang lembut dan polos di tengah keluarga dengan masa lalu kelam menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebut film ini sebagai pengalaman pertamanya bermain di genre horor.

“Ini menjadi pengalaman pertama saya bermain film horor, dan tantangannya cukup besar, baik secara emosional maupun fisik,” ujarnya.

Kata Asha, proses syuting film Kafir Gerbang Sukma menyisakan banyak cerita menarik bagi para pemainnya. Selain medan syuting yang menantang dan pengalaman tak terlupakan bernuansa mistis yang dialaminya saat perjalanan pulang dari lokasi syuting di Jember, Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa selama proses pengambilan gambar, seluruh kru dan pemain telah dibekali arahan ketat untuk menjaga sikap dan perkataan. Syuting pun dilakukan dengan izin resmi serta mematuhi aturan yang berlaku.

“Alhamdulillah selama syuting tidak ada hal aneh atau kejadian yang melanggar batas,” ujarnya.

Namun, pengalaman berbeda justru terjadi di luar lokasi syuting. Saat perjalanan kembali ke hotel pada malam hari, Asha bersama sopir dan satu orang lainnya melintasi jalanan sepi di kawasan Jember. Selama kurang lebih 10 menit, kendaraan mereka melewati jalan tanpa penerangan, dengan pemandangan kanan-kiri berupa ladang dan hutan, tanpa terlihat satu pun warga.

Dalam kondisi tersebut, mereka melihat sosok berpakaian merah dengan panjang gaun sebetis, membawa sesuatu seperti hasil panen di pundaknya. Sosok itu baru terlihat jelas saat mobil sudah berada cukup dekat, meski seharusnya lampu kendaraan dapat menangkap objek dari jarak jauh. 

“Saat kami menoleh ke belakang, sosok itu sudah tidak ada,” katanya.

Peristiwa tersebut membuatnya sangat ketakutan hingga sulit tidur malam itu. Ia mengaku sempat berteriak dan meminta ditemani. Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari cerita di balik layar yang menegaskan betapa berat dan totalnya perjuangan para pemain dalam menghidupkan film ini.

Sebagian besar adegan film Kafir Gerbang Sukma sendiri mengambil lokasi di hutan, tepatnya di area yang masih jarang dijamah manusia. “Adegan paling menantang adalah bagian akhir film, di mana para pemain harus menunggu kabut turun selama berjam-jam demi mendapatkan visual yang maksimal,” kata Nadya.

Sementara itu, saat menghadiri special show di Balikpapan, Nadya mengaku sangat antusias. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Balikpapan dan ia merasa senang bisa bertemu langsung dengan penonton, meski film tersebut baru resmi tayang reguler di bioskop pada Kamis (29/1/2026).

“Melihat respons penonton di special show saja sudah membuat kami bahagia. Apalagi nanti saat tayang secara luas,” tuturnya. 

Ia berharap film Kafir Gerbang Sukma dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim, terlebih setelah penantian panjang selama delapan tahun sejak film pertamanya dirilis.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses