Sempat Patah Dua Pergelangan Tangan, Aldi Satya Mahendra Targetkan 10 Besar di Phillip Island

Aldi Satya Mahendra bersiap di paddock jelang seri pembuka World Supersport 2026
Aldi Satya Mahendra bersiap di paddock jelang seri pembuka World Supersport 2026. Foto: Yamaha Indonesia

JAKARTA, inibalikpapan.com – Cedera tak membuatnya mundur. Justru dari rasa sakit itu, Aldi Satya Mahendra kembali dengan tekad lebih besar: tembus 10 besar World Supersport 2026 di seri pembuka Phillip Island, 20–22 Februari. Ini bukan sekadar balapan. Ini pembuktian.

Musim lalu, di sirkuit yang sama, Phillip Island, Aldi harus menerima kenyataan pahit. Did Not Finish (DNF) di race pertama. Finis ke-13 di race kedua.

Belum selesai di situ. Insiden latihan di Eropa membuat dua pergelangan tangannya mengalami fraktur. Oleh karena itu, ia terpaksa absen di empat seri penting: Magny-Cours, Aragon, Estoril, dan Jerez.

Total, Aldi hanya turun di 8 dari 12 seri musim 2025. Banyak juga pembalap muda bisa goyah di situ. Tapi Aldi memilih bangkit.

Publik mungkin lupa, tapi dunia balap tidak. Aldi adalah Juara Dunia World Supersport 300 tahun 2024.

Musim 2025 memang jadi fase adaptasi. Ia finis peringkat 17 dengan 73 poin. Namun ia juga sempat finis posisi 5 di Autodrom Most, Republik Ceko, dan lima kali menembus 10 besar.

Artinya, kecepatannya ada. Mentalnya ada. Yang dibutuhkan hanya satu: musim tanpa cedera.

Latihan Eropa, Mental Baja

Musim 2026 tidak ia mulai dengan santai. Sejak akhir Januari, Aldi menetap hampir sebulan di Andorra. Ia memperkuat fisik, memulihkan kondisi, dan menyempurnakan adaptasi dengan Yamaha YZF-R9 di Sirkuit Andalusia, Spanyol.

Ia juga satu tim dengan Albert Arenas, juara dunia Moto3 2020. Dari sana, ia menyerap pengalaman level dunia.

“Fisik saya jauh lebih siap. Feeling dengan motor makin kuat. Target saya jelas, 10 besar di seri pembuka,” ujar Aldi penuh keyakinan.

Karena itu optimisme itu bukan kosong. Ia kini dilatih kembali oleh Jules Cluzel, mantan pembalap elite World Supersport. Dukungan AS Racing Team yang berpengalaman lebih dari satu dekade di level dunia juga membuat pondasinya semakin kokoh.

Seri pembuka selalu menentukan arah musim. Jika mampu konsisten di Australia, Aldi bisa membuka jalan menuju musim terbaiknya di kelas World Supersport.

Bagi Indonesia, ini bukan hanya soal posisi 10 besar. Ini juga tentang pembalap muda yang berani berdiri lagi setelah cedera, lalu kembali menantang dunia.

Jadwal World Supersport 2026 Seri 1 (WIB)

Jumat, 20 Februari
Free Practice: 06.25–07.05
Superpole: 10.55–11.35

Sabtu, 21 Februari
Race 1: 10.30

Minggu, 22 Februari
Race 2: 10.30

Musim Pembuktian Dimulai

Phillip Island bukan lagi sekadar seri pembuka. Ini garis start pembuktian Aldi Satya Mahendra: Bahwa cedera bukan akhir cerita. Bahwa juara dunia tidak mudah menyerah. Bahwa pembalap Indonesia layak bersaing di level tertinggi.

Jika ia tembus 10 besar akhir pekan ini, itu bukan hanya angka di klasemen. Itu pesan tegas: Indonesia masih punya petarung di panggung dunia.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses