Sentil PSSI, Hetifah Sjaifudian: Sepak Bola Bukan Proyek Cepat Saji

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto: dok/vel / DPR
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto: dok/vel / DPR

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan peringatan keras kepada PSSI dan pelatih baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman, agar tidak terjebak dalam pola pembangunan instan.

Hetifah menegaskan bahwa prestasi sepak bola nasional hanya bisa diraih melalui penguatan sistem pembinaan jangka panjang, bukan sekadar bongkar pasang pelatih.

Pesan ini disampaikan menyusul keputusan resmi PSSI menunjuk juru taktik asal Inggris, John Herdman, pada 3 Januari 2026 untuk menggantikan Patrick Kluivert yang berakhir melalui mekanisme mutual termination.

Kritik Pola Instan: Fokus pada Sistem, Bukan Figur

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa pergantian pelatih pasca kegagalan Timnas lolos ke Piala Dunia 2026 harus menjadi momentum refleksi total. Ia mewanti-wanti agar PSSI tidak kembali mengulang kesalahan dengan hanya mengejar target jangka pendek.

“Sepak bola itu bukan proyek cepat saji. Kita butuh arah yang jelas, sistematis, dan jangka panjang. Jangan hanya fokus mengganti pelatih, tetapi membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan,” tegas Hetifah dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Fondasi Usia Dini dan Kompetisi Lokal

Hetifah menyoroti tiga pilar utama yang harus dibenahi secara serius untuk mendukung tugas John Herdman:

  1. Pembinaan Usia Muda: Menghidupkan akademi sepak bola yang terintegrasi secara nasional.
  2. Kompetisi Berjenjang: Menciptakan liga yang memberikan ruang besar bagi pengembangan talenta lokal.
  3. Regenerasi Sehat: Memastikan pasokan pemain berkualitas ke tim nasional tidak terputus.

“Tanpa regenerasi yang kuat, sehebat apa pun strategi pelatih, hasilnya akan tetap sama—tersandung di tengah jalan. Pelatih boleh berganti, tetapi arah pembangunan tidak boleh berubah setiap kali kita kalah,” ujarnya lugas.

Komitmen Pengawasan Komisi X

Sebagai mitra kerja PSSI, Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal transformasi tata kelola sepak bola nasional. Hetifah berharap kepemimpinan John Herdman kali ini dibarengi dengan perubahan filosofi bermain yang terstruktur dan tata kelola federasi yang sehat.

Bagi Hetifah, keberhasilan sepak bola nasional tidak boleh bergantung pada satu figur pemimpin atau pelatih, melainkan harus bertumpu pada sistem yang mapan dan berkelanjutan. / DPR

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses