Sepi Saat Lebaran, Kebun Raya Balikpapan Berbenah Hadapi Tren Wisata Baru

Kebun Raya Balikpapan di Km 15 Balikpapan Utara jadi lokasi wisata dan edukasi. (Foto:Danny/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Di tengah ramainya destinasi wisata saat libur Idulfitri, Kebun Raya Balikpapan justru mencatat penurunan jumlah kunjungan.

Namun kondisi ini tidak dipandang sebagai kemunduran, melainkan momentum untuk berbenah menghadapi perubahan tren wisata.

Koordinator Pengelola Informasi Kawasan UPTD KRB, Rilvia Wulandari, mengakui jumlah pengunjung tahun ini lebih rendah dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.

“Jika dibandingkan tahun lalu memang pengunjung lebih banyak. Saat ini pengunjung terbagi, salah satunya karena daya tarik Ibu Kota Nusantara yang mulai dibuka,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan data sementara, pada hari kedua Lebaran jumlah pengunjung hanya sekitar 60 orang. Hingga sore hari, total kunjungan baru mencapai sekitar 110 orang. Angka tersebut tergolong rendah, terutama pada momentum libur panjang yang biasanya menjadi puncak kunjungan.

Meski demikian, pengelola melihat fenomena ini sebagai sinyal perubahan perilaku wisatawan. Saat ini, wisatawan cenderung mencari pengalaman baru dan destinasi yang sedang populer.

Menghadapi kondisi tersebut, Kebun Raya Balikpapan memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan konservasi. Sejumlah spot unggulan tetap menjadi daya tarik, seperti koridor kantong semar, taman tanaman obat, hingga kawasan Orchidarium atau rumah anggrek modern seluas 1,5 hektare yang dilengkapi jalur jogging.

“Orchidarium masih menjadi spot favorit. Pengunjung bisa menikmati koleksi anggrek sekaligus berolahraga di alam terbuka,” jelas Rilvia.

Selain itu, KRB juga mengembangkan paket wisata edukatif, mulai dari kegiatan trekking, wisata flora, hingga aktivitas menanam. Program ini menyasar pelajar dan keluarga yang menginginkan pengalaman wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif.

Pemanfaatan teknologi digital turut diperkuat untuk mendukung program edukasi yang lebih interaktif, sejalan dengan tren wisata masa kini.

Di tengah tantangan tersebut, target pendapatan tetap dikejar. Hingga Februari 2026, realisasi retribusi telah mencapai sekitar Rp106 juta, dari target tahunan sebesar Rp350 juta hingga Rp400 juta.

“Kami tetap optimistis. Masih banyak momentum kunjungan ke depan,” katanya.

Sepinya kunjungan saat Lebaran menjadi gambaran bahwa persaingan destinasi wisata di Balikpapan semakin dinamis. Namun dengan inovasi dan penguatan konsep, Kebun Raya Balikpapan optimistis dapat kembali menarik minat pengunjung sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bernilai.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses