Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Pemerintah Desak Polisi Ungkap Pelaku
JAKARTA, inibalikpapan.com — Serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat sorotan dari pejabat hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, mengatakan kasus tersebut kini menjadi perhatian serius komunitas internasional dan berpotensi memengaruhi posisi diplomatik Indonesia di forum HAM global.
“Kementerian HAM menyadari bahwa peristiwa ini telah menjadi atensi Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, serta Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Pembela HAM, Mary Lawlor. Hal ini cukup mengganggu posisi Indonesia sebagai anggota sekaligus Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Mugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/3/2026), dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Ia mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan kepolisian agar proses penyelidikan dipercepat dan pelaku segera diungkap.
Mugiyanto menilai pengungkapan kasus tersebut penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam melindungi pembela HAM.
“Percepatan penyelidikan dan pengungkapan informasi yang transparan mengenai serangan air keras terhadap Saudara Andrie Yunus sangat mendesak dilakukan. Hal ini penting agar publik dan pemerintah mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.
Menurutnya, jika kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan, komitmen pemerintah dalam perlindungan hak asasi manusia dapat dipertanyakan oleh masyarakat maupun komunitas internasional.
“Aparat keamanan jangan menganggap ini persoalan kecil. Ini masalah besar yang dapat mengganggu kredibilitas bangsa Indonesia di mata dunia,” tambah Mugiyanto.
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat dalam perjalanan pulang usai melakukan rekaman podcast di kantor YLBHI pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Diskusi yang direkam saat itu membahas isu sensitif bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”
Insiden terjadi di perempatan Jalan Salemba–Jalan Talang, Jakarta. Korban diadang oleh dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.***
BACA JUGA
