Serunya Ajang iForte National Dance Competition di Balikpapan, Tim Mana yang Jadi Juara?

Tim tari Sangkerta Universitas Mulawarman (Unmul) dan pelajar SMA Negeri 3 Samarinda berhasil keluar sebagai juara dalam ajang iForte National Dance Competition Inspirasi Diri regional Balikpapan. Kompetisi ini digelar di Mall Pentacity, Balikpapan, Minggu (1/2/2026). (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

Balikpapan, Inibalikpapan.com — Tim tari Sangkerta Universitas Mulawarman (Unmul) dan pelajar SMA Negeri 3 Samarinda berhasil keluar sebagai juara dalam ajang iForte National Dance Competition Inspirasi Diri regional Balikpapan. Kompetisi ini digelar di Mall Pentacity, Balikpapan, Minggu (1/2/2026).

Ajang kreativitas tari tersebut diikuti 44 peserta dari tingkat perguruan tinggi dan sekolah menengah, menjadikannya salah satu kompetisi tari dengan partisipasi terbesar di Kota Balikpapan awal tahun ini.

Head of Marketing Communications iForte, Victor Sihombing, mengatakan setiap kota seleksi memiliki karakter dan kekuatan kreativitas masing-masing. Menurutnya, kualitas peserta tahun ini sangat merata dan bahkan melampaui ekspektasi panitia.

“Setiap kota punya warna tersendiri. Masing-masing juara membawa ‘bumi karyanya’ sendiri, sehingga sulit membandingkan satu dengan yang lain,” ujar Victor.

Ia menambahkan, meski kompetisi sudah memasuki awal tahun, persiapan peserta masih terus berkembang dan kualitas karya semakin matang menjelang tahap selanjutnya.

Tahun ini, iForte National Dance Competition memasuki tahun kedua penyelenggaraan dengan total 710 pendaftar dari berbagai daerah. Victor menilai pemerataan kualitas membuat peluang setiap peserta untuk melaju ke tahap nasional tetap terbuka.

Sebagai juara regional Balikpapan, Tim Sangkerta Unmul dan Tim Basabo Smaga SMA 3 Samarinda berhak melaju ke Grand Final tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada April 2026.

Perwakilan Tim Sangkerta Unmul, Rion, menyebut kompetisi ini bukan sekadar ajang adu teknik, melainkan ruang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional.

“Setiap peserta wajib menampilkan karya bernuansa tradisional, dari koreografi, busana, hingga musik. Ini membuat kami semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri,” ujarnya.

Rion menjelaskan, persiapan tim dilakukan secara intensif selama satu bulan, dengan perencanaan konsep yang sudah dimulai sejak tahun sebelumnya.

Sementara itu, perwakilan Tim Basabo Smaga SMA Negeri 3 Samarinda, Nindya Nur Aifa, mengaku proses kurasi offline di Balikpapan menjadi pengalaman berharga bagi timnya.

“Ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk melangkah ke tingkat nasional. Ke depan kami ingin tampil lebih matang,” kata Nindya.

Ia mengakui tantangan utama adalah membagi waktu antara sekolah dan latihan, namun seluruh anggota tim berkomitmen menjaga keseimbangan antara prestasi dan pendidikan.

iForte National Dance Competition regional Balikpapan diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan, termasuk Pontianak dan Sambas. Dari 44 peserta, 18 tim terpilih tampil pada tahap regional.

Para juara dari setiap kota akan bersaing di tingkat nasional dengan menampilkan satu koreografi wajib dan satu koreografi bebas. Pemenang nasional berkesempatan meraih hadiah ratusan juta rupiah, beasiswa pendidikan, serta berbagai penghargaan lainnya.

Rangkaian kompetisi iForte tahun ini digelar di 13 kota, dan akan berlanjut ke Semarang sebelum puncak Grand Final pada 25–26 April 2026 di Jakarta.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses