Si Permata Dorong Pariwisata Kreatif di Balikpapan, Ruang Publik Kian Ramah Keluarga

Kepala Disporapar Kota Balikpapan Ratih Kusuma

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas melalui program inovatif bertajuk Si Permata (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Kreatif dalam Pengembangan Pariwisata). 

Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan keluarga.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa Si Permata lahir dari kebutuhan kota akan ruang kreatif yang mampu merepresentasikan identitas Balikpapan sebagai kota jasa dan pariwisata.

“Balikpapan sebelumnya belum memiliki ruang kreatif yang benar-benar dibangun dan dikelola bersama komunitas. Dari situ kami menginisiasi pengembangan Taman Bekapai sebagai destinasi wisata buatan yang berbasis kolaborasi,” ujar Ratih, Jumat (30/1/2026).

Melalui program Si Permata, Taman Bekapai kini bertransformasi menjadi ruang terbuka publik multifungsi. Kawasan ini memadukan aktivitas seni, olahraga, pariwisata, serta pemberdayaan UMKM. Beragam komunitas dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk latihan rutin, pertunjukan seni, hingga penyelenggaraan event tematik yang terbuka bagi masyarakat.

Kehadiran spot wisata, sentra kuliner, serta aktivitas seni yang berkelanjutan menjadikan Taman Bekapai sebagai ruang interaksi sosial yang ramah keluarga. Ruang ini juga menjadi alternatif rekreasi perkotaan yang mudah diakses oleh warga.

Inovasi Si Permata turut mencatatkan sejumlah prestasi. Program ini berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam ajang Pendidikan Kepemimpinan Nasional, serta juara pertama tingkat kota dan provinsi pada kompetisi Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova).

“Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat Balikpapan. Kami hanya memfasilitasi, sementara penggeraknya adalah komunitas,” kata Ratih.

Keberhasilan Si Permata juga ditopang kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan mengembangkan Balikpapan Food Space yang rutin digelar setiap sore. Dukungan perbankan, seperti Bank Indonesia dan perbankan syariah, serta penetapan kawasan sebagai wisata halal oleh Kementerian Agama, turut memperkuat ekosistem pariwisata kreatif. Fasilitas bermain anak yang diresmikan Kementerian melalui DP3AKB semakin melengkapi fungsi taman sebagai ruang keluarga.

Ratih menambahkan, Si Permata telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan masa berlaku selama 50 tahun. Inovasi ini dapat direplikasi oleh daerah lain, meskipun tidak dapat dipatenkan ulang.

Bagi komunitas atau warga yang ingin menggelar kegiatan di ruang publik tersebut, proses perizinan disebut relatif mudah. “Cukup bersurat atau datang langsung ke Disporapar. Kami akan membantu koordinasi lintas dinas, mulai dari perizinan, pengamanan, hingga promosi,” jelasnya.

Ke depan, konsep serupa direncanakan akan diperluas ke sejumlah lokasi strategis lain, seperti Balikpapan Tennis Stadium, Taman Tiga Generasi, Stadion Batakan, hingga kawasan Bonsai di Balikpapan Barat.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan ruang publik yang menyehatkan, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat kebersamaan keluarga di Balikpapan,” tutup Ratih.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses