Simulasi Mobil Tangki BBM Lepas Kendali di Panorama, Antisipasi Risiko untuk Warga Balikpapan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,— Bagaimana jika mobil tangki BBM benar-benar lepas kendali di Jalan Panorama, Balikpapan? Risiko itu disimulasikan langsung oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama PT Elnusa Petrofin, Senin (3/2/2026), sebagai latihan nyata untuk melindungi keselamatan warga di jalur distribusi energi.
Jalan Panorama Baru bukan jalur kosong. Setiap hari dilalui kendaraan operasional, pekerja kilang, dan aktivitas sekitar kawasan energi. Dalam simulasi ini, mobil tangki digambarkan kehilangan kendali akibat komponen draglink terlepas dan menabrak tiang—skenario yang bisa terjadi kapan saja jika tak diantisipasi.
Jalur ini merupakan akses vital di kawasan energi Balikpapan yang setiap harinya padat oleh aktivitas pekerja maupun kendaraan operasional. Oleh karena itu, setiap risiko kecelakaan di area tersebut dipastikan bakal berdampak langsung pada kelancaran denyut aktivitas kota secara keseluruhan.
Saat insiden terjadi dalam simulasi, area langsung disterilkan untuk mengamankan lokasi sementara proses evakuasi dan penanganan medis terhadap korban dilakukan dengan sigap. Seluruh rangkaian tindakan tersebut berjalan beriringan dengan koordinasi lintas instansi yang dilakukan secara serempak guna memastikan respons darurat yang efektif.
Polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran, hingga tim keselamatan Pertamina terlibat dalam satu komando. Tujuannya satu: meminimalkan risiko bagi manusia.
Kenapa Ini Penting untuk Warga Balikpapan
Distribusi BBM bukan sekadar urusan operasional perusahaan, melainkan tanggung jawab besar karena insiden di jalan raya dapat memicu gangguan lalu lintas yang masif. Selain itu, kecelakaan tersebut membawa risiko serius yang mengancam keselamatan publik melalui potensi kebakaran maupun tumpahan bahan bakar.
Kelalaian dalam pengamanan distribusi ini berisiko fatal, mulai dari ancaman kebakaran hebat hingga pencemaran lingkungan akibat tumpahan bahan bakar.
Simulasi ini juga menjadi pengingat bahwa jalur distribusi energi bersinggungan langsung dengan ruang publik. Di kawasan seperti Panorama yang dilalui aktivitas harian kota, kesiapsiagaan darurat bukan hanya soal operasional perusahaan, tetapi bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat sekitar dari risiko yang bisa terjadi tanpa peringatan.
Karena itu, simulasi ini dilakukan di jalur nyata, bukan di ruang tertutup. Balikpapan menjadi titik awal simulasi karena perannya sebagai simpul distribusi energi penting di Kalimantan.
Pertama Sejak 2007, Fokus ke Kecepatan Respons
Analis Fire & Safety Project Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ade Lutfi, menyebut latihan ini menjadi simulasi pertama sejak kerja sama dengan Elnusa Petrofin dimulai pada 2007. Latihan ini menguji keterampilan teknis, kesiapan personel, dan komunikasi di lapangan agar penanganan darurat bisa dilakukan cepat, tepat, dan aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa keselamatan tidak bisa ditangani satu pihak saja. Latihan bersama membuat koordinasi antarinstansi lebih solid, sehingga saat kondisi darurat sungguhan terjadi, semua pihak sudah tahu peran masing-masing.
Setelah Balikpapan, latihan serupa direncanakan digelar di Integrated Terminal Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi energi di Kalimantan tetap aman, sekaligus melindungi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bagi warga Balikpapan, simulasi ini memberi satu pesan penting: risiko ada, tapi kesiapsiagaan juga nyata. Saat jalur energi dilalui setiap hari, keselamatan manusia tetap jadi prioritas utama.
BACA JUGA
