Skrining Pendengaran Anak Sekolah di Balikpapan Diperkuat, Deteksi Dini Jadi Kunci Kualitas SDM

Kegiatan Skrining Pendengaran Nasional Anak Sekolah Tahun 2026 di Kota Balikpapan.(Foto:Inibalikpapan.com/Samsul).

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat upaya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak melalui kegiatan Skrining Pendengaran Nasional Anak Sekolah Tahun 2026. 

Program ini dinilai penting sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Khususnya di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

Asisten  Administrasi Umu Pemerintah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menegaskan bahwa kesehatan pendengaran memiliki peran fundamental dalam proses belajar anak di sekolah.

 “Pendengaran adalah fondasi utama dalam pembelajaran. Anak yang mengalami gangguan, meskipun ringan, berpotensi mengalami hambatan dalam memahami materi. Yang pada akhirnya berdampak pada prestasi akademik dan interaksi sosial,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan skrining ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Balikpapan, Kementerian Kesehatan, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL). Pelaksanaan berlangsung sejak Februari hingga April 2026, menyasar pelajar tingkat SMP di seluruh kota.

Menurut Andi Sri Juliarty, tantangan gangguan pendengaran pada anak sekolah bukan hal sepele. Data menunjukkan sekitar 15 hingga 20 persen anak mengalami masalah seperti penumpukan kotoran telinga (impaksi serumen). 

Penggunaan Perangkat Audio

Selain itu, penggunaan perangkat audio seperti earphone secara berlebihan juga meningkatkan risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan atau noise induced hearing loss (NIHL).

“Era digital membawa kemudahan, tetapi juga risiko. Penggunaan earphone yang tidak terkontrol dapat berdampak serius pada kesehatan pendengaran anak. Karena itu, skrining ini menjadi langkah preventif yang sangat penting,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa metode pemeriksaan yang digunakan bersifat non-invasif dan ramah anak. Dengan dukungan teknologi digital seperti aplikasi Screen-H, proses skrining dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan tanpa rasa sakit.

Pemerintah Kota Balikpapan memandang program ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Deteksi dini diharapkan mampu mencegah gangguan yang lebih serius di masa depan, sekaligus memastikan anak-anak tumbuh dengan potensi optimal.

“Ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi bentuk kepedulian kita terhadap masa depan generasi. Anak-anak yang sehat pendengarannya akan lebih siap belajar, berinteraksi, dan berkembang,” tambahnya.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemkot Balikpapan optimistis program ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak. Upaya ini sejalan dengan komitmen menjadikan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dan berdaya saing, sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara di masa depan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses