SMA Negeri 2 Balikpapan Raih Adiwiyata Mandiri, Pemprov Kaltim Perkuat Sekolah Ramah Lingkungan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pengelolaan lingkungan hidup sejak dini melalui program pembinaan Sekolah Adiwiyata untuk jenjang SMA/SMK/MA sederajat.
Sepanjang 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim aktif melakukan pembinaan, pendampingan, hingga pemberian penghargaan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menerapkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan.
Dari total 32 sekolah yang dibina pada level mandiri, sebanyak 25 sekolah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri Tingkat Provinsi Kaltim. Salah satunya adalah SMA Negeri 2 Balikpapan, yang menjadi satu-satunya sekolah jenjang SMA penerima Adiwiyata Mandiri tahun ini.
Budaya Lingkungan Dibangun dari Sekolah
Gubernur Kaltim Harum mengapresiasi sekolah-sekolah yang konsisten menjalankan Program Adiwiyata. Menurutnya, semakin banyak sekolah yang berhasil menjadi Adiwiyata Mandiri, maka semakin kuat pula fondasi pengelolaan lingkungan hidup sejak usia dini.
“Kita bersyukur dan berterima kasih kepada sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan Program Adiwiyata. Ini bukti komitmen bersama membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” ujar Gubernur Harum.
Puluhan Sekolah Dibina, Prestasi Terus Bertambah
Selain tingkat mandiri, DLH Kaltim juga membina 54 calon Sekolah Adiwiyata Provinsi, di mana dua di antaranya berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim, yakni MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra dan Putri.
Untuk tingkat nasional, sebanyak 52 calon Sekolah Adiwiyata Nasional mendapat pembinaan. Hasilnya, 42 sekolah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.
Sementara itu, tiga sekolah lain juga meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim 2025, yaitu SMA Negeri 1 Batu Sopang, SMK Negeri 4 Tanah Grogot Kabupaten Paser, dan SMA Negeri 3 Kota Bontang.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak lagi sebatas slogan, tetapi telah tumbuh menjadi budaya di lingkungan sekolah. Pemprov Kaltim berharap semakin banyak sekolah mengikuti jejak tersebut, sehingga generasi muda tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA
