Smart City Bukan Sekadar Aplikasi, PJ Sekda: Dampaknya Harus Nyata bagi Warga Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat implementasi program Smart City dengan menitikberatkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi, menegaskan bahwa ukuran utama keberhasilan Smart City bukan semata-mata teknologi atau aplikasi digital, melainkan outcome atau hasil yang dirasakan langsung oleh warga.
“Yang pertama dilihat itu outcome-nya, dampaknya terhadap masyarakat. Penghargaan seperti opini WTP, capaian indikator pelayanan publik, hingga kinerja rumah sakit yang semakin baik, itu merupakan akumulasi kerja seluruh OPD dalam kerangka Smart City,” ujar Agus Budi, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, berbagai capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Seluruh perangkat daerah (OPD) bekerja secara terintegrasi dalam enam dimensi Smart City, yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. Keenam dimensi ini menjadi fondasi pembangunan kota yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain program strategis jangka panjang, Pemkot juga menghadirkan sejumlah “quick win” atau program cepat yang manfaatnya bisa langsung dirasakan warga. Quick win ini berupa layanan praktis dan inovatif yang memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Quick win itu kegiatan yang bisa langsung diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadi tidak hanya konsep besar, tapi ada aksi nyata di lapangan,” jelasnya.
Terkait proses evaluasi dan wawancara penilaian Smart City, Agus Budi menyebut bahwa hasil yang baik tentu berpotensi menghadirkan penghargaan. Namun, menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama.
“Kalau nilainya bagus tentu ada penghargaan, tapi itu hanya motivasi. Yang terpenting adalah bagaimana Smart City ini selaras dengan visi Balikpapan sebagai kota yang nyaman. Ketika program ini berjalan baik, masyarakatlah yang merasakan kenyamanannya,” tegasnya.
Beri Manfaat ke Masyarakat
Ia juga menekankan bahwa Smart City tidak identik semata dengan digitalisasi. Lebih dari itu, Smart City adalah praktik tata kelola yang menghadirkan kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Smart City bukan hanya soal aplikasi atau teknologi. Yang utama adalah bagaimana praktik di masyarakat itu memudahkan, memberi kenyamanan, dan manfaat nyata,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan implementasi Smart City terus meningkat secara bertahap hingga mencapai optimalisasi penuh. Meski belum menyebutkan angka persentase capaian secara rinci, Agus memastikan komitmen pemerintah tetap konsisten untuk mencapai target tersebut.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil, Balikpapan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai kota modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan prinsip utama: menghadirkan pelayanan terbaik dan kenyamanan bagi seluruh warganya.***
BACA JUGA
