SMPN 27 Balikpapan Dipilih Jadi Lokasi Simbolis Penyerahan Bantuan Seragam Gratis
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Di tengah semangat menyambut tahun ajaran baru, SMP Negeri 27 Balikpapan mendapat kehormatan tersendiri. Meski baru beroperasi untuk pertama kalinya tahun ini, sekolah yang terletak di kawasan Gunung Pasir, Balikpapan Kota itu langsung dipercaya menjadi tuan rumah seremoni penyerahan seragam sekolah gratis oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Rencananya, acara simbolis ini akan digelar pada Rabu, 16 Juli 2025, dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan. Penyerahan seragam ini tidak hanya untuk siswa SMPN 27, melainkan juga menandai distribusi seragam bagi seluruh peserta didik dari jenjang TK, SD, hingga SMP se-Kota Balikpapan.
SMP Baru, Tanggung Jawab Besar
Jamaludin, S.Pd, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 27, mengaku bangga dan bersyukur sekolahnya mendapat kepercayaan besar dari pemerintah kota.
“Seragamnya insya Allah kami ambil hari ini, dan Rabu nanti Pak Wali Kota akan hadir meresmikan penyerahan seragam secara simbolis untuk seluruh sekolah,” ujar Jamaludin, Senin (14/7/2025), di sela-sela pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tahun ajaran ini, SMPN 27 menerima 128 siswa baru, yang terbagi dalam empat rombongan belajar. Meski lokasinya berada di wilayah administratif Balikpapan Kota, secara fungsi sekolah ini menjawab kebutuhan pendidikan di Balikpapan Tengah, yang selama ini mengalami kepadatan daya tampung di sekolah negeri.
Seragam Gratis, Komitmen Tiga Tahun
Program bantuan seragam sekolah gratis telah berjalan selama tiga tahun terakhir, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terhadap pemerataan akses pendidikan.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan kepada siswa sekolah negeri maupun swasta secara merata.
“Kalau TK itu hanya satu stel, yaitu seragam batik. Sedangkan untuk SD dan SMP, masing-masing siswa mendapatkan tiga jenis seragam: nasional, pramuka, dan batik,” jelas Irfan.
Distribusi seragam dilakukan secara bertahap dan menyasar jumlah siswa yang besar. Di jenjang SD, lebih dari 13 ribu siswa menerima bantuan. Di jenjang SMP, sekitar 12 ribu siswa mendapatkannya. Sedangkan untuk TK, jumlah penerima juga sekitar 12 ribu siswa.
Tak Hanya Kota, Provinsi Juga Bergerak
Selain dari Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki program serupa bernama “Gratispol”, yang dikhususkan untuk jenjang pendidikan menengah atas, yakni SMA dan SMK.
“Jadi tidak ada tumpang tindih. Jenjang SMA dan SMK ditangani provinsi, sedangkan TK, SD, dan SMP adalah kewenangan pemerintah kota dan kabupaten,” tegas Irfan.
Ia menambahkan bahwa pemberian seragam ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan yang inklusif dan merata. Terutama dalam membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah dengan layak dan percaya diri.
“Kami ingin memastikan semua siswa, tanpa melihat latar belakang ekonomi, bisa bersekolah dengan seragam lengkap,” katanya.
Harapan dari Sekolah Baru
Bagi SMPN 27, acara penyerahan seragam ini tidak sekadar seremoni. Bagi Jamaludin dan tim guru pinjaman yang saat ini bertugas di sana. Ini adalah awal yang penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Kami baru memulai, dan ini tentu jadi semangat bagi seluruh tim. Diharapkan, masyarakat bisa melihat keseriusan pemerintah dalam membangun sekolah-sekolah baru yang benar-benar fungsional dan siap bersaing,” ucapnya.
Dengan semangat baru, sekolah baru, dan program bantuan yang merata, Balikpapan kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adil, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warganya. Dan SMPN 27, kini resmi menjadi bagian dari langkah besar tersebut.***
Editor : Ramadani
BACA JUGA
