Stok Bahan Pokok Kaltim Aman: Cadangan Beras dan Daging Cukup Hingga 6 Bulan ke Depan

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih (foto : Bagus/Pemprov)
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih (foto : Bagus/Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan masyarakat Bumi Etam dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan tenang.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menegaskan bahwa stok bahan pokok tersedia melimpah dan mencukupi hingga beberapa bulan pasca-lebaran.

Berdasarkan pantauan terkini, lonjakan permintaan selama Ramadan dipastikan tidak akan menggoyang ketahanan pangan daerah.

Rincian Stok Komoditas Utama (Data Februari 2026)

Pemerintah merilis angka cadangan pangan yang cukup fantastis untuk menjamin kebutuhan konsumsi rumah tangga:

  • Tepung Terigu: 2,6 juta ton (Stok paling melimpah).
  • Daging Sapi: 390 ribu ton.
  • Beras Non-Bulog: 233 ribu ton.
  • Daging Ayam: 145 ribu ton.
  • Gula Pasir: 16 ribu ton.
  • Minyak Goreng: 5.678 ton.

Dengan angka tersebut, ketahanan pangan di Kaltim diperkirakan sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga enam bulan ke depan.

Fokus pada Jalur Distribusi

Heni mengakui bahwa tantangan terbesar Kaltim saat ini bukan pada ketersediaan, melainkan pada aspek distribusi. Mengingat sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah, pemerintah memperketat koordinasi lintas kabupaten/kota.

“Kami terus mengawal jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan. Jika distribusi lancar, maka ketersediaan barang terjaga dan harga dapat tetap stabil,” jelas Heni, Kamis (12/3/2026).

Fenomena Harga Musiman

Terkait adanya fluktuasi harga di sejumlah pasar tradisional, Heni menilai hal tersebut sebagai fenomena musiman akibat meningkatnya konsumsi secara serentak. Ia pun memberikan imbauan penting bagi masyarakat:

  1. Belanja Bijak: Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).
  2. Hindari Spekulasi: Pemerintah akan terus memantau pasar untuk mengantisipasi adanya oknum yang menimbun barang demi keuntungan pribadi.

“Harapannya masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, dan kebutuhan pangan insyaallah terpenuhi,” pungkasnya optimis. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses