Tak Perlu Lagi Dirujuk Jauh, RS Daerah Diperkuat untuk Tangani Kanker hingga Jantung

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/2). / kemenkes
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/2). / kemenkes

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Warga di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan kini tak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar hanya untuk berobat penyakit berat. Pemerintah mulai membangun dan meningkatkan kualitas rumah sakit daerah agar layanan kanker, jantung, stroke, dan ginjal bisa ditangani di tempat.

Masalah Lama Warga: Berobat Harus Menyeberang Pulau

Selama bertahun-tahun, pasien di luar kota besar menghadapi masalah yang sama:
rumah sakit ada, tapi tidak lengkap.

Pasien kanker harus dirujuk ratusan kilometer, penderita jantung menunggu lama, sementara biaya transportasi dan waktu sering kali lebih berat daripada biaya pengobatan itu sendiri.

66 Rumah Sakit Jadi Target, 22 Sudah Mulai Dibangun

Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kesehatan menargetkan pembangunan dan peningkatan kualitas 66 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyebut program ini dirancang agar masyarakat daerah mendapatkan layanan kesehatan setara kota besar.

“Untuk tahap pertama, 22 rumah sakit sudah dilakukan groundbreaking. Sebanyak 16 di antaranya ditargetkan selesai hingga Februari, sisanya menyusul Maret–April,” kata Menkes dalam konfrensi pers, Kamis (5/2).

Rumah Sakit Daerah Naik Kelas, Layanan KJSU Masuk

Program ini tidak hanya membangun gedung baru, tetapi juga menaikkan kelas RSUD dari kelas D menjadi kelas C.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menjelaskan fokus utama ada pada empat penyakit katastropik:

  • Kanker
  • Jantung
  • Stroke
  • Urologi & ginjal

Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya.

CT Scan, Cathlab, hingga Spesialis Lengkap

Untuk mendukung layanan tersebut, rumah sakit dilengkapi alat kesehatan modern seperti:

  • CT Scan
  • Cathlab
  • Mammografi
  • USG

Selain itu, Kemenkes juga memastikan ketersediaan tujuh spesialis dasar, ditambah dokter dengan kompetensi jantung dan saraf.

Dari Halmahera hingga Kalimantan

Program ini menyasar wilayah yang selama ini tertinggal akses layanan kesehatan, termasuk:

  • RSUD Maba (Halmahera Timur)
  • RSUD Bengkulu Tengah
  • RSUD Pongtiku (Toraja Utara)
  • RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas)
  • Sejumlah RSUD di Kalimantan, NTT, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku

Manfaat Nyata: Warga Lebih Dekat dengan Layanan Penyelamat Nyawa

Dengan penguatan ini, pasien tidak lagi harus:

  • Dirujuk ke luar daerah
  • Menunggu lama antrean kota besar
  • Mengeluarkan biaya perjalanan tinggi

Akses yang lebih dekat diharapkan meningkatkan keselamatan pasien dan mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah.

Menuju Pemerataan Layanan Kesehatan

Pemerintah menegaskan program ini akan berlanjut hingga 2026 dengan tambahan 20 rumah sakit yang telah mendapatkan persetujuan anggaran.

“Kami berharap layanan rujukan berkualitas bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, di mana pun mereka tinggal,” tutup dr. Azhar.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses