Taman Bekapai Kembali Hidup, Jadi Ruang Kreativitas Warga Balikpapan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Taman Bekapai Balikpapan kembali ramai, bukan oleh seremoni, tapi oleh warga. Melalui Cerita Bekapai 2026, ruang publik di jantung kota ini disulap menjadi tempat bertemunya seni, kreativitas, dan ekspresi masyarakat dalam rangka HUT ke-129 Kota Balikpapan.
Ruang Kota yang Kembali Dihidupkan Warga
Sejak Kamis (6/2/2026) sore, suasana Taman Bekapai tampak berbeda. Warga berdatangan sejak pukul 16.00 Wita, menikmati pertunjukan seni, instalasi kreatif, hingga interaksi komunitas yang jarang ditemui dalam aktivitas harian kota.
Cerita Bekapai 2026 digelar selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-129 Kota Balikpapan. Bagi banyak pengunjung, acara ini bukan sekadar tontonan, melainkan ruang berkumpul dan berekspresi.
Dari Seni Budaya hingga Ekonomi Kreatif
Beragam elemen dihadirkan dalam satu ruang: seni budaya, pertunjukan kreatif, produk ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi. Konsep ini mempertemukan tradisi dan inovasi dalam suasana terbuka yang inklusif.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Balikpapan, Andi Sri Djuliarti, yang mewakili Wali Kota Balikpapan saat pembukaan acara, menyebut Cerita Bekapai sejalan dengan tema HUT tahun ini, “Harmoni Menuju Kota Global.”
“Ini bukan sekadar perayaan. Cerita Bekapai adalah ruang dialog dan kolaborasi, tempat tradisi dan inovasi berjalan beriringan,” ujarnya.
Warga Bukan Penonton, Tapi Pelaku
Berbeda dengan acara seremonial pada umumnya, Cerita Bekapai menempatkan masyarakat sebagai subjek utama. Komunitas seni, pelaku UMKM, dan kreator lokal terlibat langsung dalam mengisi ruang kota dengan karya dan gagasan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menekankan pentingnya inovasi berbasis partisipasi warga.
“Pariwisata yang berkelanjutan harus bertumpu pada masyarakat. Inovasi lahir dari akar, dan di sanalah kekuatan Balikpapan,” kata Ratih.
Sipermata, Strategi dari Akar Komunitas
Dalam kegiatan ini, Disporapar juga menyoroti peran program Sipermata, yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan kolaboratif, Sipermata diharapkan mampu:
- Mendorong lahirnya produk kreatif lokal
- Menggerakkan ekonomi warga
- Memperkuat daya tarik wisata kota
Pendekatan ini dinilai relevan dengan karakter Balikpapan sebagai kota jasa yang terus tumbuh.
Lebih dari Perayaan, Ini Tentang Rasa Memiliki Kota
Cerita Bekapai 2026 menjadi pengingat bahwa kota tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui ruang-ruang perjumpaan yang memberi tempat bagi warganya untuk berkarya.
Di usia ke-129, Balikpapan tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menegaskan arah masa depan—sebagai kota yang tumbuh dengan harmoni, kreativitas, dan keterlibatan warganya sendiri.
BACA JUGA
