Tambang Dekat Sungai Kelay Disorot, Pemprov Kaltim Turun Langsung ke Lokasi di Berau

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim melakukan peninjauan langsung ke lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE) di Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur, Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur Berau / Pemprov
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim melakukan peninjauan langsung ke lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE) di Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur, Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur Berau / Pemprov

BERAU, Inibalikpapan.com – Kekhawatiran publik soal aktivitas tambang batu bara yang berada dekat Sungai Kelay mendapat respons langsung dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dinas ESDM Kaltim meninjau lokasi tambang PT Supra Bara Energi di Berau untuk memastikan keselamatan lingkungan dan warga sekitar.

Sungai Kelay Jadi Perhatian Utama

Peninjauan dilakukan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT Supra Bara Energi (SBE) yang berada di Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur, Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.

Lokasi tambang yang berdekatan dengan Sungai Kelay memicu perhatian masyarakat, mengingat sungai tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan warga di Kabupaten Berau.

Pemprov Kaltim Pastikan Aspek Keselamatan

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan arahan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

Ia menegaskan, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penambangan memenuhi aspek keselamatan, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

“Hasil peninjauan menunjukkan perusahaan telah melakukan berbagai upaya pengendalian teknis guna menjaga stabilitas lereng dan melindungi badan sungai,” ujar Bambang saat kunjungan, Jumat (30/1/2026).

Langkah Teknis Pengamanan Tambang

Bambang menjelaskan, sejumlah langkah teknis telah diterapkan oleh PT SBE, di antaranya:

  • Grouting atau injeksi semen untuk menahan pergerakan tanah
  • Pemasangan drainhole guna mengurangi kejenuhan material
  • Perapian dinding tambang dengan sistem jenjang (bench) agar lebih stabil

Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko longsor dan dampak lingkungan.

Void Ditutup, Tidak Tinggalkan Lubang Tambang

Selain pengamanan lereng, proses penutupan void juga telah berjalan. Manajemen PT SBE menargetkan penutupan rampung pada Agustus 2026.

Penutupan akhir direncanakan mencapai elevasi +5 mdpl dengan lebar sekitar 500 meter, menggunakan metode backfilling 100 persen, sehingga tidak meninggalkan lubang tambang terbuka.

Pengawasan Akan Terus Dilakukan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas pertambangan, agar sejalan dengan prinsip:

  • Keselamatan masyarakat
  • Kelestarian lingkungan
  • Keberlanjutan pembangunan daerah

Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan perlindungan ekosistem, khususnya di sekitar Sungai Kelay. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses