Target 2026 Bebas Impor Solar, Menteri Bahlil: Syaratnya B50 dan RDMP Balikpapan Tuntas!

Fire System Modern Kawal Pengoperasian Awal RFCC Complex RDMP
PT KPB memasang sistem proteksi kebakaran modern yang kini tersebar di seluruh Proyek RDMP Balikpapan. Foto: PT KPB

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memancangkan target ambisius untuk menghentikan seluruh impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar pada tahun 2026.

Optimisme ini didasarkan pada dua pilar utama: percepatan mandatori Biodiesel B50 dan beroperasinya kilang RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur.

Dalam konferensi pers capaian kinerja tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026), Bahlil menegaskan bahwa Indonesia kini berada di ambang kemandirian energi solar.

“Kalau B50 kita pakai dan RDMP kita di Kalimantan Timur diresmikan dalam waktu dekat, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026,” tegas Bahlil.

Impor Solar Anjlok Tajam di 2025

Keberhasilan program B40 sepanjang tahun 2025 telah terbukti ampuh menekan ketergantungan asing. Bahlil memaparkan data penurunan volume impor yang sangat signifikan:

  • Tahun 2024: Impor solar tercatat sebesar 8,3 juta ton.
  • Tahun 2025: Impor turun drastis menjadi 5 juta ton.

Hingga Desember 2025, pemanfaatan biodiesel domestik menembus 14,2 juta kilo Liter (kL), atau melampaui target (105,2%) dari yang ditetapkan.

Dua Kunci Utama Menuju Nol Impor

Untuk memutus rantai impor sepenuhnya di tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis:

Akselerasi B50

Uji coba biodiesel B50 dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026. Jika evaluasi teknis dan ekonomi menunjukkan hasil positif, implementasi secara masif akan dicanangkan pada semester kedua 2026.

Operasional RDMP Balikpapan

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, diproyeksikan menjadi motor utama peningkatan kapasitas produksi solar dalam negeri secara masif. Operasional kilang ini akan menjadi penentu keberhasilan kedaulatan energi nasional.

Penghematan Devisa Mencapai Rp130 Triliun

Tak hanya soal kemandirian, kebijakan biodiesel 2025 juga terbukti memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang luar biasa:

  • Penghematan Devisa: Sebesar Rp130,21 triliun.
  • Nilai Tambah CPO: Meningkat sebesar Rp20,43 triliun.
  • Reduksi Emisi: Mengurangi emisi sebesar 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.

Meski target bebas impor solar sudah di depan mata, Bahlil memberikan catatan kecil untuk Solar CN51 (kualitas tinggi untuk alat berat industri), di mana opsi impor terbatas masih dibuka selama kapasitas domestik dikembangkan. / ESDM

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses