Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji WFH 1 Hari Per Minggu Usai Lebaran 2026

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (foto : Kemenko Ekuin)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah tengah menyiapkan langkah berani untuk menjaga ketahanan fiskal di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik global. Salah satu kebijakan yang sedang dimatangkan adalah skema bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebanyak satu hari dalam sepekan.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menekan pengeluaran negara dan masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar.

Hemat Seperlima Anggaran Bensin

Rencana implementasi WFH satu hari dalam lima hari kerja ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap konsumsi energi nasional.

“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. Penghematannya cukup signifikan, yakni sekitar seperlima (20%) dari apa yang biasa kita keluarkan,” ujar Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026).

Kebijakan ini rencananya akan mulai diberlakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026, dengan sasaran tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga didorong untuk diadopsi oleh sektor swasta dan Pemerintah Daerah.

Strategi Defisit APBN di Bawah 3 Persen

Di tengah dinamika harga komoditas, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah angka 3 persen. Langkah efisiensi ketat akan dilakukan di seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L).

Selain efisiensi belanja, pemerintah juga melancarkan strategi peningkatan pendapatan negara melalui:

  1. Sektor Batu Bara: Menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk meningkatkan volume produksi serta mengkaji penyesuaian pajak ekspor.
  2. Transisi Energi: Mempercepat konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Tenaga Surya (PLTS) melalui penugasan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara.

Adaptif Terhadap Situasi Perang

Pemerintah menyatakan akan terus memantau situasi geopolitik dan harga minyak mentah dunia sebelum menetapkan tanggal pasti pelaksanaan WFH nasional tersebut.

“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti perkembangan yang ada,” pungkas Airlangga. Langkah-langkah adaptif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia di masa krisis. ***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses