Telepon Iseng Dominasi Layanan 112 Balikpapan, Laporan Darurat Terancam Terhambat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Layanan darurat 112 di Kota Balikpapan menghadapi persoalan serius. Dari seluruh panggilan yang masuk, sekitar 60 persen ternyata hanya telepon iseng, kondisi yang berpotensi menghambat penanganan laporan darurat warga yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan mencatat, lebih dari separuh panggilan ke pusat layanan 112 bukan berasal dari situasi darurat. Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengungkapkan sebagian besar panggilan masuk tanpa informasi jelas.
“Sebagian hanya menyapa lalu diam, ada juga yang langsung memutus sambungan. Panggilan yang benar-benar berisi laporan kejadian nyata hanya sekitar 40 persen,” kata Erriansyah, Sabtu 7/2/2026.
Padahal, layanan 112 menjadi jalur utama komunikasi warga dengan pemerintah saat kondisi mendesak. Berbagai laporan penting tercatat masuk melalui saluran ini, mulai dari bencana banjir, pohon tumbang, pemadaman listrik, gangguan pasokan air bersih, hingga kemunculan hewan liar seperti ular di kawasan permukiman.
Setiap laporan yang masuk langsung dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Sistem ini dirancang untuk memangkas jalur birokrasi dan mempercepat kehadiran pemerintah di lapangan.
“Begitu laporan diterima, langsung kami teruskan ke OPD yang berwenang. Prinsipnya adalah mempercepat kehadiran pemerintah saat masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Namun, tingginya panggilan iseng dinilai menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan darurat tersebut. Selain membebani operator, kondisi ini juga berpotensi menunda masuknya laporan darurat yang benar-benar membutuhkan penanganan segera.
Menurut Erriansyah, fenomena ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap fungsi strategis nomor darurat. Ia menegaskan, layanan 112 bukan sekadar fasilitas komunikasi, melainkan wujud kehadiran negara dalam situasi kritis.
“Layanan ini bergantung pada kepedulian bersama. Ketika digunakan secara bijak, 112 bisa menjadi penyelamat bagi banyak orang,” kata dia.
Pemerintah Kota Balikpapan pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan 112 secara bertanggung jawab dan hanya dalam kondisi darurat, agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan efekt.***
BACA JUGA
